Minggu, 01 Desember 2013

TOHAROH / BERSUCI

Kitab fathul qorib disususn oleh belaiu As Syaikh Al ‘Alim Al Al Alamah Syamsudin Bin Abi Abdillahh Muhammad Bin Qosim As Syafi’i. merupakan syarah atau keterangan dari kitab Taqrib karangan  As Syaikh Al ‘Alim Al Al ‘Alamah Al Qodhi Abu syuja’ Al Ashfihani.
KITAB TOHAROH / SESUCI
Pengertian Kata kitab secara bahasa berma’na kumpulan. Secara istilah kumpulan tulisan yang dibukukan.
Pengertian kata bab adalah rincian yang diuraikan didalam kitab.
Pengertian kata fasal  adalah rincian yang diuraikan didalam bab.

A.      Pengertian
Secara bahasa : membersihkan kotoran yang terlihat oleh mata atau tidak terlihat oleh mata.
Secara istilah : membersihkan diri dari hadas dan najis.
Hadas adalah sesuatu yang mewajibkan wudlu atau mandi 
Najis adalah kotoran ....
B.      Pembahasan
1.        Wudlu
2.       Mandi
3.       Tayamum
4.      Istinja
C.      Alat
1.        Air
2.       Debu
3.       Batu
4.      Penyamak
1.        Air
Macam – macam air :
1.        Air hujan
2.       Air laut
3.       Air sungai
4.      Air sumur
5.       Air sendang
6.      Air salju
7.       Air embun
Pembagian air ada 4
1.        Air suci mensucikan tidak makruh[1] digunakan.
Contoh : air mutlak ( air yang belum digunakan )
2.       Air suci Mensucikan makruh digunakan.
Contoh : air musyammas[2]
3.       Air suci tidak mensucikan.
Contoh : air teh
4.      Air najis : air yang terkena najis yang kurang dari dua kollah[3] dan dua kollah atau lebih yang berubah sifat – sifatnya.
Contoh :
FASAL KULIT BANGKAI
Semua kulit bangkai itu bisa disucikan dengan cara disamak, baik kulit bangkai yang boleh dimakan dagingnya atau tidak boleh dimakan. Cara menyamak terlebih dahulu  menghilangkan sisa daging, darah, lendir dan sesuatu yang menyebabkan pembusukan yang menempel dikulit tesebut, kemudian dibersihkan dengan sesuatu yang terasa sepet meskipun najis, seperti daun trengguli atau dengan tinja burung merpati, setelah itu sesutau yang sepet tersebut disucikan dengan air dan sabun kemudian dibilas hingga bersih.
Kecuali Kulit bangkai anjing dan babi dan anak yang lahir dari keduanya atau dari salah satu dari keduanya tidak bisa disamak[4] dan tetap najis. Termasuk najis juga tulang dan rambut dari semua bangkai, kecuali janin yang mati di dalam perut hewan yang disembelih. Termasuk suci juga mayat anak adam.
FASAL PERABOT YANG DIHARAMKAN DAN DIPERBOLEHKAN
Tidak diperbolehkan tanpa terpaksa untuk laki – laki atau perempuan menggunakan atau menyimpan perabot rumah tangga yang terbuat dari emas dan perak. Haram juga perabot yang disepoh[5] dengan emas atau perak.
Diperbolehkan menggunakan perabot yang terbuat dari selain emas dan perak. Diperbolehkan juga menggunakan perabot yang di tambal dengan perak, apabila tambalan peraknya lebih banyak hukumnya boleh tapi makruh. Dan makruh juga menggunakan perabot yang ditambal dengan perak hanya untuk menghias saja. Adapun tambalan dari emas hukumnya haram secara mutlaq[6].   
FASAL SIWAKAN
Siwakan adalah membersihkan kotoran yang menempel pada gigi. Siwak termasuk kesunahan sebelum berwudlu. Dianjurkan alat bersiwak terbuat dari kayu arok dan sejenisnya, boleh juga dari alat lain seperti pasta gigi. Bersiwak di sunahkan pada setiap waktu, lebih – lebih dalam  6 hal :
1.        Berubahnya mulut disebebkan diam terlalu lama yang menimbulkan bau tidak sedap.
2.       Sesudah bangun tidur.
3.       Ketika akan mendirikan sholat
4.      Ketika akan membaca al qur’an
5.       Ketika akan belajar
6.      Ketika gigi menguning
Disunnahkan ketika akan bersiwak berniat dengan melaksanakan kesunahan Nabi. Hendaklah memulai dengan sisi kanan dari mulut kemudian ke sisi kiri.
FASAL WUDLU
Wudlu adalah bersuci dar hadas kecil dengan syarat dan rukun/fardlu tertentu.
Fardlu wudlu ada 6
1.        Niat
Niat adalah menyengaja sesuatu bersamaan dengan pelaksanaanya. Apabila menyengaja sesuatu yang akan dilaksanakan disebut ‘azm. Tempat niat adalah di dalam hati.
Niat di dalam wudlu dilaksanakan di saat awalnya membasuh wajah.
2.       Membasuh wajah.
Batas – wajah dari tempat tumbuhnya rambut kepala pada umumnya sampai pucuknya dagu, dan dari telinga kanan sampai telinga kiri. Apabila di wajah ada rambutnya wajib dibasuh sampai mengena kulit wajah. Apabila ada jenggot yang lebat cukup permukaan janggotnya saja, akan tetapi bila seorang perempuan atau banci dipermukaan wajah tumbuh rambut yang lebat maka wajib dibasuh sampai kulitnya.
3.       Membasuh kedua tangan sampai siku-siku .
Wajib membasuh sesuatu yang tumbuh di kedua tangan seperti rambut, daging tumbuh atau jari yang tumbuh melebihi jari pada umumnya. Dan wajib membersihkan kotoran yang menghalangi sampainya air ke kulit, termasuk kotoran yang berada di bawah kuku.
4.      Mengusap sebagian kepala.
Atau bagian rambut yang berada di batas kepala.
5.       Membasuh dua telapak kaki sampai mata kaki.
Dan wajib juga membasuh sesuatu yang tumbuh di kedua kaki tersebut.
6.      Tertib.
Mendahulukan yang dahulu dan mengakhirkan yang terakhir.

SUNNAH – SUNNAH WUDLU
sunnah – sunnah wudlu ada 10
1.        Membaca basmallah disaat mulai berwudlu. Bila lupa di awalnya boleh ditengah – tengahnya wudlu.
2.       Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan sebelum berkumur.
3.       Berkumur.
4.      Menghisap air.
5.       Mengusap seluruh kepala.
6.      Membasuh kedua telinga.
7.       Menyela – nyelani jenggot yang lebat dan jari – jari tangan dan kaki.
8.      Mendahulukan anggota yang kanan.
9.      Mengulangi tiga kali setiap basuhan dan usapan anggota wudlu.
10.   Terus menerus.

FASAL ISTINJAK
Istinjak adalah membersihkan sisa kotoran air kecil atau air besar.
istinjak boleh dilakukan dengan menggunakan air, batu, maupun barang yang keras yang tidak dimulyakan. Akan tetapi lebih utama menggunakan batu tiga kali kemudian diikuti dengan air. Atau hanya dengan batu tiga kali saja, atau hanya dengan air saja.
Syarat istinjak dengan batu
1.        Kotoran yang keluar jangan sampai kering.
2.       Tidak boleh berpindah dari tempat membuang air kecil atau air besar.
3.       Tidak boleh ada najis yang lain.
Adab istinjak
1.        Tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat bila di tempat terbuka.
2.       Tidak boleh kencing atau berak di air yang tenang.
3.       Tidak boleh kencing atau berak dibawah pohon berbuah
4.      Tidak boleh kencing atau berak ditempat umum
5.       Tidak boleh kencing atau berak menghadap membelakangi matahari atau bulan
6.      Tidak boleh kencing atau berak di lubangan
7.       Tidak boleh kencing atau berak sambil berbicara
8.      Tidak boleh kencing atau berak di jalanan
FASAL PERKARA YANG MEMBATALKAN WUDLU
Perkara yang itu ada 5
1.        Sesuatu yang keluar dari qubul atau dubur.
Meskipun yang keluar berupa sesuatu yang langka kecuali air mani tidak membatalkan wudlu.
2.       Tidur yang pantatnya tidak menetap.
Apabila tidurnya orang duduk pantatnya menetap di tempat duduk tidak goyang – goyang dan punggungnya tidak bersandar pada sesuatu atau bersandar tetapi bila sandaranya di hilangkan dia tidak rebah maka tidak membatalkan wudlu.
3.       Hilangnya akal.
Disebabkan mabuk, tidur, ayan, gila dsb.
4.      Bersentuhan kulit antara laki – laki dengan perempuan yang tidak muhrim.
Dan keduanya sudah balig meskipun mayat
5.       Menyentuh alat kelamin.
Dengan telapak tangan bagian dalam.

FASAL MANDI
Mandi adalah mengalirkan air keseluruh tubuh.
Perkara yang mewajibkan mandi ada 6
1.        Bertemunya alat kelamin antara laki –laki dengan perempuan
2.       Keluar air mani
3.       Mati
4.      Haid
5.       Nifas
6.      Wiladah
FASAL FARDZU MANDI




[1] Makruh : larangan
[2] Air musyammas : air yang terjemur sinar matahari.
[3] Ukuran dua kulah = 60 m2
[4] Samak : menghilangkan kotoran yang terdapat dikulit bangkai.
[5] Sepoh : mencampur dengan cara membakar.
[6] Keterangan imam Nawawi