Selasa, 18 Februari 2014

Profil Manunggal Pasinaon

PROFIL

MANUNGGAL PASINAON
“Gerakan Sosial Pendidikan”

Latar Belakang       
Manunggal Pasinaon merupakan Lembaga nirlaba yang di kelola oleh remaja Ngroto, Pentur, Simo, Boyolali. Manunggal Pasianaon berangkat dari keprihatinan atas minimnya akses pendidikan diluar sekolah formal, kususnya bagi anak anak dan masarakat pada umumnya. Manunggal Pasinaon di resmikan pada tgl.10 februari 2013, oleh Kepala Desa Pentur dan Pokdarwis 
Kemiskinan sering membatasi perkembangan bakat, kreativitas serta karakter anak dan generasi muda di wilayah terpencil seperti di Desa Pentur. Kondisi alam yang sulit, dan kemiskinan, selalu saja mematahkan cita-cita mereka. Dengan beban biaya hidup yang tinggi sering menyebabkan pendidikan dan kebutuhan anak dalam keluarga dikesampingkan. Rumitnya persoalan tersebut mengakibatkan hilangnya lingkungan yang kondusif dan produktif bagi tumbuh kembangnya anak muda di pedesaan. Akibatnya Lulusan SMP-SMA selama ini hanya diciptakan untuk menjadi kuli-babu di kota besar.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 2 tahun 1989 pasal 35). dijelaskan bahwa setiap satuan pendidikan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar. Pada penjelasan pasal tersebut diterangkan bahwa salah satu sumber belajar adalah perpustakaan  yang menyediakan sumber-sumber pengetahuan yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan pendidikan.
Atas dasar itulah maka penting untuk mengupayakan suatu lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan jiwa serta potensi generasi muda secara sehat dan membebaskan agar kelak mereka dapat semakin tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, menguasai pengetahuan, berbudi luhur dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan di daerahnya.
 Dari sinilah diharapkan akan menjadi titik tumpu generasi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik 
            Manunggal Pasinaon  adalah lembaga bentukan yang muncul atas prakarsa pemuda yang tergabung dalam IKATAN REMAJA WONOSEMAR (IRWANA) dan dikelola oleh pemuda setempat, berkedudukan di Jl.Wonosemar, Dukuh.Ngroto Rt.19/05 Desa. Pentur, Kec.Simo, Kab. Boyolali. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan primer masyarakat dalam bidang pendidikan dalam arti luas. Manunggal Pasinaon  berfungsi sebagai institusi pemberdayaan masyarakat untuk membantu kelompok-kelompok masyarakat agar mereka memiliki posisi seimbang dengan kelompok masyarakat lainnya yang lebih mapan dalam kehidupan sosial maupunekonominya, seiring perkembangannya Manunggal Pasinaon akan di Legalitskan menjadi Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM).

Manunggal Pasinaondalam pergerakannya mencoba merangkul komponen-komponen dari Dinas / Instansi /Pemerintah, Pelaku Usaha dan Masyarakat Membuat Program / Kegiatan secara Terpadu sesuai dengan Perkembangan dan Kebutuhan di Lapangan.

Apa yang sesungguhnya terjadi di Lapangan di Tataran Akar Rumput sering tidak Sinkrun dari Program  yang dilaksanakan Pemerintah dengan Pola Top Down, dan terlalu sering digarap sepotong-sepotong , tidak secara Terinegrated, ditambah Parah lagi tidak adanya Pendampingan. Kalaupun ada Pendampingan sering dilakukan oleh orang yang kurang memehami Persoalan dibawah, diperparah lagi minimnya Kemampuan untuk menggali Permasalahan dan Kurangnya Kemampuan Komunikasi.

            “Manunggal Pasinaon” merupakan sebuah lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan legalitas Akte pendirian yang sedang dalam proses menjalankan tugas, pokok dan fungsinya dengan pendekatan program  berbasis Kelembagaan yang dijiwai oleh norma norma dan nilai-nilai luhur yang berkembang di masyarakat sesuai PANCASILA.

            “Manunggal Pasinaon”  tumbuh dan berkembang dari bawah  (button up) dan merupakan Lembaga Nirlaba guna meningkatkan gerakan moral melalui kegiatan pendidikan , keterampilan dan Usaha menuju kesejahteraan masyarakat dalam bidang sosial, ekonomi dan budaya.

Manunggal Pasinaon berupaya membuat terobosan membentuk suatu lembaga kemasyarakatan dengan program menyentuh langsung kepada masyarakat dengan pola minim struktur kaya fungsi agar pelaksanaan program dilandasi dengan aktivitas efesiensi dan efektif.
           
“Manunggal Pasinaon” dalam pelakasanaan kegiatannya pendidikan kemasyarakatannya  memfokuskan bidang pendidikan non formal dengan pendekatan budaya  modernisasi, hal ini dimaksudkan agar pemahaman tentang pendidikan kedepannya tidak hanya terkesan berfokus pada pendidikan formal semata, tetapi lebih luas lagi didalam lembaga Pendidikan pembelajarannya berbagai ilmu pengetahuan yang terkonsep dalam PKBM agar mampu bersaing dalam era globalisasi  diantaranya: Taman Baca Msyarakat, Madrasah Dinniyah,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kesetaraan, Life Skill dan Pembelajaran Usaha Ekonomi Kerakyatan/ Kelompok Usaha pemuda Produktif, Seni Budaya dan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dijiwai Pancasila dan kearifan budaya lokal.

Dalam pelaksanaan Program, untuk mewujudkan diri sebagai Lembaga Yang Mandiri dan Mengakar di Masyarakat (LM3), kami dari Kelembagaan ada Bidang yang khusus mebidangi tentang Pengembangan Usaha dengan Pendekatan Kewirausahaan Sosial dalam bentuk kelompok atau Koperasi. Dalam kontek Usaha kami melakukan pendekatan melalui Komunitas dan Kerjasama antar Jaringan.

Pada periode terdahulu banyak program yang diperuntukkan untuk pengembangan Desa dari Pemerintah namun hampir  sebagian besar programnya berupa pendekatan dari atas (Top Down)  sehingga  begitu program dilaksanakan ,justru masyarakat tidak tahu dan merasa tidak dilibatkan serta  merasa hanya dipakai sebagai obyek bukan subjek sehingga peran partisifatif masyarakat dan rasa memiliki program tidak begitu nampak.

Visi Manunggal Pasinaon:
            “Mewujudkan  Lembaga Sebagai Pusat Kegiatan Belajar Menuju Masyarakat Sejahtera, Cerdas dan Mandiri”

Misi  Manunggal Pasinaon :
1)Melaksanakan  pendidikan non formal, pelatihan/lifeskill, pendidikan masyarakat yang berbasis masyarakat dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar;
2)  Melakukan pembinaan dan pendampingan kelompok masyarakat dengan pendekatan komunitas, sosial & budaya;
3)Meningkatkan peran lembaga sebagai PKBM dengan program/pelaksanaan terpadu antara pemerintah dengan masyarakat;
4)   Meningkatkan penguatan kapasitas kelembagaan  dengan unit usaha/ kegiatan yang berprinsip kewiraswastaan sosial kemasyarakatan dengan pendekatan komunitas/kelompok  Koperasi.

Program  “Manunggal Pasinaon “ :
1.      Pendidikan Non Formal, Kesetaraan (Kejar Paket) dan kerjasama pengelolaan PAUD “ Putra cendikia“ status : (belum aktif)
2.      Life Skill yang berhubungan dengan Kelompok Usaha, dan Produk/Jasa yang dibutuhkan Masyarakat;  status : (aktif)
3.      Pendampingan pengrajin bambu (kelompok anyaman bambu Wulung Semar). Status : (aktif)
4.      Pendampingan program diantaranya Program Pemberdayaan UMKM. (Kelompok Usaha Pemuda Produktif / KUPP) Pertanian, Peternakan (Taruna Tani Wonosemar); status : (aktif)
5.      Melakukan pendampingan pelaku dalam hal informasi dan pemasaran melalui media informasi-komunkasi (internet). Status (aktif)
6.      Dalam bidang Seni dan Budaya:  melakukan kerjasama dengan Yayasan PonpesZumrotutTholibhin untuk membina anak anak dan remaja  di Desa Pentur Dukuh: Ngroto, Pancuran, Jatirejo dan sebagian remaja Ledok, Tawang, Susukan, SMG. meliputi pelatihan HADROH/ REBANA; status : (aktif)
7.      Dalam bidang pengembangan usaha: difokuskankan pada prinsip kewiraswastaan sosial dengan pendekatan individu dan komunitas meliputi: Peternakan, pertanian.
Struktur  Pengurus “ Manunggal Pasinaon“
PEMBINA :
  1. ADHI  WISNU WAHYU N
  2. AMIR MAKRUF, SE
PENGURUS :                      
  • Ketua                                                  :  Maskuriyadi, S.pd.I
  • Sekretaris                                            :  Muh.Ghozen
  • Bendahara                                           :  Mahasim
  • Kordinator Program & Lapangan       :  Sudarmono, S.pd.I
Cakupan Bidang Program :
  1. Pendidikan Non Formal  dan Pelatihan.
  2. Taman Bacaan Masyarakat.
  3. Bidang  TI ( Teknologi Informasi ).
  4. Bidang Pendampingan UMKM, Ternak Tani.
  5. Bidang Agama (madrasah dinniyah, peringatan hari besar Agama Islam) , Seni dan Budaya.
  6. Bidang Pengembangan Usaha.

PENGALAMAN  “ MANUNGGAL PASINAON“

1.  Menyelenggarakan program pendidikan pelatihan anyaman bambu bersama DINAS KOPRASAI DAN UMKM KAB. BOYOLALI TH. 2013
2.  Program Pelatihan pembuatan pupuk organik di Balai Desa Pentu bersama Jaringan Petani Organik (JARPETO) Jawa Tengah Tahun 2013
3.   Bakti Sosial Khitan Massal bersama Yayasan Arsyada Tahun 2013
4.   Pembagiyan Paket THR ANAK YATIM bersama Solo Peduli Area Boyolali 2013.
5.   PerintisanSerikat Petani Indonesia Cab. Boyolali di Kec. Selo 2013
6.   Pelatihan Ibu-ibu, bekerjasama dengan Lembaga PKK.
7.   Musawarah Wilayah SPI JATENG di GEMBONG PATI 2014..
8.  Mendampingi  dan  Membina Kelompok Tani Taruna Wonosemar
9. Mendampingi Kelompok Usaha Pemuda Produktif Desa Pentur.



MANAJEMEN PENGELOLAAN LEMBAGA
            Dalam pelaksanaan program agar administrasi berjalan lebih baik dan adanya saling kontrol/pengawasan antarpengurus, dan  untuk memudahkan dan mempercepat pelaksanaan kegiatan PKBM, akan dikeluarkan Surat Keputusan kepada penanggung jawab masing-masing kegiatan secara otonom dengan  menyesuaikan keahlian dibidangnya.

            Dalam Surat Keputusan dicantumkan satuan tugas, fungsi, peran dan tanggung jawab  menyesuaikan dengan sifat dan fungsi kegiatan yang ada pada masing-masing unit kegiatan. Dan segala jenis bantuan dipertanggung jawabkan oleh pembidangan/unit masing-masing. 

Demikian secara singkat gambaran   “ MANUNGGAL PASINAON “, mudah- mudahan dari niat yang baik ,Tuhan memberikan jalan dan petunjuk bagi kita semua dalam upaya membawa Lembaga  untuk bisa mewujudkan program yang telah direncanaka



Pentur, 27 januari 2014
Ketua


Maskuriyadi, S.pd.I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar