Minggu, 27 April 2014

nahwu sorof, by. mahasim

PENDAHULUAN

A.  Ilmu Bahasa Arab
Ilmu adalah suatu sifat yang bisa membuka bagi pemiliknya dengan benar – benar terbuka (kePandai)
Bahasa : Ucapan yang digunakan untuk berkomonikasi suatu kaum
Macam – macam Bahasa itu banyak tetapi tujuan dan makna Bahasa itu hanya satu yakni sesungguhnya  maksud yang masuk di dalam hati manusia itu sama.
Arab : suatu Negara
Bahsa arab : Ucapan yang digunakan untuk berkomonikasi oleh orang Arab.
Ilmu Bahasa Arab : ilmu yang digunakan perantara untuk mejaga ucapan dan tulisan dari kesalahan.
Macam – macam ilmu arab ada 13
Ilmu shorof
Ilmu ‘urudz
Ilmu I’rob
Ilmu qowafy
Ilmu tulisan
Ilmu syair
Ilmu Ma’ani
Ilmu insya’
Ilmu bayan
Ilmu khitobah
Ilmu badi’
Ilmu tarih adab
Ilmu matan lughot


B.  Ilmu Nahwu Dan Shorof
Ilmu terpenting Didalam tata berbahasa arab itu ada dua macam
1.     Ilmu yang mempelajari dalam susunan kata yang disebut ilmu I’rob/nahwu
2.     Ilmu yang mempelajari dalam satu kata yang disebut ilmu shorof

1.   Ilmu I’rob/Nahwu
a. Definisi ilmu I’rob/nahwu
Ilmu I’rob/nahwu adalah ilmu untuk mengetahui dasar – dasar susunan kata/kalimat arab dan tingkah keadaanya. 
b. Pembahasan ilmu I’rob/nahwu
Pembahasanya adalah ilmu arab dalam tingkah keadaan susunan kata untuk mengetahui berubahnya akhir suatu kata.
c. Sasaran ilmu I’rob/nahwu
Sasaranya adalah kata benda , kata kerja dan kata sambung baik yang bisa berubah akhirnya atau tidak, baik bisa berubah bentuk katanya atau tidak.
d. Kedudukan ilmu shorof
Ilmu shorof merupakan ilmu yang sangat penting dalam mempelajari Bahasa arab.
e. Pencetus ilmu shorof
Pencetusnya adalah abu aswad ad duali pada zaman kholifah ali bin abi tholib.
f.   Hokum mempelajari ilmu shorof
Hokum mempelajari ilmu shorof adalah fardhu kifayah : apabila dalam satu kampong tidak ada yang mempelajari ilmu shorof akan berdosa, apabila sudah ada satu / sebagian orang mempelajarinya maka satu kampong sudah tidak berdosa

2.   Ilmu Shorof
a.   Definisi ilmu shorof
Ilmu shorof adalah ilmu untuk mengetahui dasar – dasar sighot/bentuk kata arab dan tingkah keadaanya.
b.   Pembahasan ilmu shorof
Pembahasanya adalah ilmu arab dalam tingkah keadaan satu kata untuk mengetahui patokan yang sudah di tentukan. Seperti tasrif, I’lal, idhom, ibdal.
c.   Sasaran ilmu shorof
Sasaranya adalah kata benda yang bisa di berubah akhir katanya, dan kata kerja yang bisa ditasrif/ bisa dirubah bentuk katanya. Bukan isim mabni dan bukan fiil jamid.
d.   Kedudukan ilmu shorof
Ilmu shorof merupakan ilmu yang sangat penting dalam mempelajari Bahasa arab.
e.   Pencetus ilmu shorof
Pencetusnya adalah abu aswad ad duali pada zaman kholifah ali bin abi tholib.
f.    Hokum mempelajari ilmu shorof
Hokum mempelajari ilmu shorof adalah fardhu kifayah : apabila dalam satu kampong tidak ada yang mempelajari ilmu shorof akan berdosa, apabila sudah ada satu / sebagian orang mempelajarinya maka satu kampong sudah tidak berdosa

C.  Target Belajar Ilmu Nahwu
target terpenting untuk dicapai cukup dua saja. Yaitu:
1.     Bisa membuat kalimat sempurna (Jumlah Mufidah/KALAM)
2.     Bisa memberi harokat akhir kata dengan tepat saat sudah dirangkai menjadi kalimat.

D.  Fokus Belajar Ilmu Nahwu
Berikut ini langkah-langkahnya:
1.     memahami DEFINISI KATA dan pembagiannya (ISIM, FI’IL, & HURUF)
2.     memahami pengertian MU’ROB & MABNI. 
3.     menghafalkan tanda I’rob.
4.     memafahami istilah MARFU’, MANHSUB, MAJRUR, dan MAJZUM.
5.     menghafalkan kedudukan isim dalam kalimat (Mubatada, Khobar, Fa’il,…..dll.)
6.     menghafalkan tiga keadaan fi’il dalam kalimat (Terbebas dari amil nashob dan amil jazem, didahului oleh amil nahsob, dan didahului oleh amil jazem).
7.     menghafalkan semua AMIL NASHOB dan AMIL JAZEM.
8.     menghafalkan huruf-huruf yang bisa memberikan pengaruh terhadap harokat akhir kata di depannya (huruf ‘amilah) dan huruf yang tidak memberi pengaruh (huruf ‘athilah).
Demikianlah kurang lebih hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar ilmu Nahwu. Fokus pada materi di atas, insya Allah ilmu Nahwu akan dengan mudah dikuasai.


BAB
KALAM

A.  Pengertian
Kalam ialah lafazh yang tersusun dan bermakna lengkap. Maksudnya, kalam menurut istilah ahli ilmu Nahwu
ialah harus memenuhi empat syarat, yaitu : 
1.   Lafazh, yaitu :  Ucapan yang mengadung sebagian hurruf hijaiyah.
Contoh:  (kitab),
2.   Murakkab (tersusun), yaitu :  Ucapan yang tersusun atas dua
kalimah atau lebih. Contoh :  (Zaid berdiri), 
Jadi, kalau satu kalimah saja, bukan temasuk murakkab.
Yang dimaksud dengan "kalimah" disini ialah sepatah kata. 
3.   Mufid (bermakna), yaitu : Ungkapan berfaedah yang dapat memberikan pemahaman sehingga pendengarnya merasa puas. Contoh :  (Zaid berdiri)
4.   Wadha', yaitu :  Menjadikan lafazh agar menunjukkan suatu makna (pengertian). Dan pembicaraannya disengaja serta dengan menggunakan bahasa Arab, sebab ilmu Nahwu ini membahas kaidah bahasa Arab. Jadi, pembicaraan orang yang mengigau walaupun berbahasa Arab atau bukan, tidak termasuk wadha' menurut ahli Nahwu.

B.  Kalimah  Dan Pembagianya
Kalimah adalah kata yang belum tersusun/kosa kata.
Kalimah dibagi menjadi 3
1.    Kalimah isim
2.    Kalimah fi’il
3.    Kalimah huruf

1.    Kalimah isim adalah kalimah yang menunjukan arti/maksud terhadap kalimah itu sendiri dan tidak bersamaaan dengan waktu, (Dengan kala lain, isimadalah kata benda) Contoh :  مدرسة
Ciri - ciri kalimah isim
1.    I'rob jer contoh : بسم الله الرحمن الرحيم
2.    Menerima tanwin contoh : زيدٌ
3.    Menerima  الcontoh : الرجل
4.    Isnad ilahi (disandarkan) contoh : قام زيد
5.    Dimasuki Huruf jer
Macam – Macam Huruf Jer ada 9
1.    من  contoh : خرجت من البيت
2.    الى  contoh : سرت من البصرة إلى الكوفة
3.    عن  contoh : رميت السهم عن القوس
4.    على  contoh : صعدت على جبل
5.    فى  contoh : صلى زيد فى المسجد
6.    رب  contoh : رب رجل صالح
7.    باء contoh : مررت بزيد
8.    كاف  contoh : زيد كالبدر
9.    لام contoh : الحمد لله
Huruf qosam ada 3
1.    باء contoh : بالله لأفعلن
2.    تاء contoh : تاالله لأفعلن
3.    واو contoh : والله لأفعلن

2.    Kalimah fi'il adalah kalimah yang meunjukan art/maksudi terhadap kalimah itu sendiri dan bersamaan dengan zaman, (Dengan kala lain, fiil adalah kata kerja)
Ciri - ciri kalimah fi'il adalah :
1.    Bisa dimasuki قد contoh : قد قام زيد
2.    Bisa dimasuki  سين contoh : سيقوم زيد
3.    Bisa dimasuki سوف contoh : سوف يقوم زيد
4.    Bisa di masuki تاء تئنيث سكينة contoh : قالت هند

3.    Kalimah huruf adalah kalimah yang menunjukan arti/maksud terhadap kalimah lain, Maksudnya: kalimah (kata) yang dapat menunjukkan makna apabila dirangkaikan dengan kalimah yang lainnya, tidak dapat berdiri sendiri. (Dengan kata lain huruf adalah kata depan)
Ciri - ciri kalimah huruf adalah tidak menerima ciri - ciri kalimah isim dan kalima fi'il.


BAB
I'ROB

A.    Pengertian
I'rob adalah perubahan akhir suatu kalimat sebab beda bedanya amil yang masuk pada kalimat tersebut baik secara lafadz maupun secara dikira-kirakan.
'amil adalah sesuatu yang menjadikan rofa', nasob, jer atau jazm.
Contoh : جاء زيدٌ , رايت زيداً, مررت بزيدٍ. يضربُ زيدٌ, لن يضربَ زيدٌ, لم يضربْ زيدٌ
                                                                        جاء فتى, رأيت فتى, مررت بفتى

B.   Macam - Macam I'rob
Macam – macam I'rob ada 4
1.    I'rob rofa'
2.    I'rob nasob
3.    I'rob jer
4.    I'rob jazm

C.   Pembagian I'rob
i'rob 4 diatas di bagi menjadi 2
1.    I'rob muhtas
I'rob muhtas adalah i'rob yang khusus masuk pada kalimat isim atau fi'il.
Ya'ni i'rob jer khusus masuk pada kalimat isim dan i'rob jazem khusus masuk pada kalimat fi'il.
2.    I'rob mustarok
I'rob mustarok adalah i'rob yang bisa masuk pada kalimat isim dan kalimat fi'il.
Yakni i'rob rofa' dan i'rob nasob.

D.   Penempatan I'rob Pada Kalimat
1.    kalimah isim menerima 3 I'rob
1.    I'rob rofa'
2.    I'rob nasob
3.    I'rob jer
2.    kalimah fi'il menerima 3 I'rob
1.    I'rob rofa'
2.    I'rob nasob
3.    I'rob jazm
3.    Kalimah huruf tidak bisa menerima i'rob yakni mabni (ketetatapan akhir suatu kalimat meskipun beda bedanya amil yang masuk pada kalimat tersebut).

E.    Tanda – Tanda I'rob
1.    Tanda – tanda i'rob rofa' ada 4
1.    Dhommah
2.    Wawu
3.    Alif
4.    Nun
2.    Tanda – tanda i'rob nasob ada 5
1.    Fathah
2.    Alif
3.    Kasroh
4.    Ya'
5.    Membuang Nun
3.    Tanda – tanda i'rob jer ada 3
1.    Kasroh
2.    Ya'
3.    Fatihah
4.    Tanda – tanda i'rob jazem  ada 2
1.    Nun
2.    Membuang Nun
F.    Tempat Tanda – Tanda I'rob
1.    Tempat tanda – tanda i'rob rofa'
1.    Dhommah menjadi tanda i'rob rofa' pada 4 tempat
1.    Isim mufrod
Isim mufrod adalah isim yang menunjukan ma'na 1, tidak bermakna 2, tidak bermakna banyak dan tidak yang disamakan dengan keduanya dan tidak asmaul khomsah.
Contoh : جاء رجلٌ
2.    Isim Jamak taksir
Isim Jamak taksir adalah isim yang berubah dari bentuk mufrodnya dan menunjukan makna banyak tanpa tambabah huruf wawu nun ketika rofa' dan tanpa tambahan ya'  nun ketika nasob dan jer.
Contoh : جاء رجالٌ
3.    Isim jama' muanast salim
Isim jama' muanats salim adalah isim yang menunjukan makna banyak terhadap perempuan dengan tambahan alif tak di akhirnya.
Contoh : جاء مسلماتٌ
4.    Fi'il mudzori' yang huruf akhir tidak bertemu dengan nun niswah (يضربْنَ), nun taukid (يضربَنَّ), alif tasniyah (يضربان), wawu jama' (يضربون), yak muanasah mukhotobah (تضربين).
Fi'il mudzori' adalah fi'il yang di dahului tambahan salah satu huruf ya', ta', nun, hamzah.
Contoh :  يضربُ – تضربُ – نصربُ – أضرب
2.    Wawu menjad tanda I'rob rofa' pada dua tempat
1.    Isim jama' mudzakar salim
Isim jama' mudzakar adalah isim yang menunjukan makna banyak untuk laki – laki dengan tambahan wawu nun ketika rofa' dan ya' nun ketika nasob dan jer'.
Salim adalah selamat dar bentuk mufrodnya maksudnya tidak berubah dari bentuk mufrodnya ketika dihilangkan wawu jama' dan nun wiqoyahnya(nun penyambung)
Contoh : مسلمون
2.    Asmaul khomsah
Asmaul khomsahah adalah isim yang lima disandarkan kepada isim yang lain yang jumlahnya ada lima
1.    أب disandarkan isim dzomir كmaka ditandai dengan huruf wawu
contoh جاء  أبوك
2.    أخ   disandarkan isim dzomir كmaka ditandai dengan huruf wawu
contoh  جاء  أخوك
3.    حم  disandarkan isim dzomir كmaka ditandai dengan huruf wawu
contoh  جاء حموك
4.    فمُ  disandarkan isim dzomir كmaka ditandai dengan huruf wawu
contoh جاء فوك
5.    ذو  
contoh  جاء ذومال

Syarat asmaul khomsah
1.    Mufrod
2.    Harus di sandarkan
3.    Tidak tashghir (bermakna kerdil)
4.    Harus disandarkan selain ya' mutakalim
5.    Lafadz فم   harus di buang huruf mimnya
6.    Lafadz ذو   bermakna shohib harus di sandarkan isim jenis 
3.    Alif menjadi tanda I'rob rofa' pada 1 tempat
1.    Isim tasniyyah
Isim tasniyah adalah isim yang menunjukan arti dua, ditandai alif nun ketika rofa' dan ditandai yak nun ketika nasob dan jer.
Contoh :جاء زيدان
4.    Nun menjadi tanda I'rob rofa' berada pada 1 tempat
1.    Af'alul khomsah
Af'alul khomsah adalah fi'il mudzori' yang bertemu alif tasniyah, wawu jam' dan ya' muanasah mukhotobah yang jumlahnya ada lima
1.    يضربان
2.    تضربان
3.    يضربون
4.    تضربون
5.    تضربين

2.    Tempat tanda-tanda I'rob nasob  
1.    Fathah menjadi tanda i'rob Nasob bertempat pada 3 tempat
1.    Isim mufrod, contoh :رايت رجلاَ
2.    Jamak taksir, contoh :رايت رجالا
3.    Fil mudhori' yang di masuki 'amil nasob dan tidak bersambung dengan alif tasniyah, Lawu jama' dan ya' muanasah mukhotobah , contoh : لن يضرب

2.    Alif menjadi alamat  i'rab nashab berada pada asmaul khamsah, Contoh :
1.    رايت اباك
2.    رايت اخاك
3.    رايت حماك
4.    رايت فماك
5.    رايت ذامال

3.    Kasrah menjadi alamat i'rab nashab hanya terdapat pada bentuk jamak muannats salim , contoh : رايت مسلمات

4.    Ya menjadi alamat bagi i'rab nashab pada 2 tempat
1.    isim tatsniyah, contoh : رايت زيدين
2.     jamak mudzakkar salim, contoh :رايت زيدين

5.    Membuang (menghilangkan) nun menjadi alamat bagi i'rab nashab pada af'alul khamsah, contoh :
1.    لن يضربا
2.    لن تضربا
3.    لن يضربو
4.    لن تضربو
5.    لن يضربي

3.    Tempat tanda-tanda I'rob jer
1.   Kasrah menjadi alamat bagi i'rab khafadh pada 3 tempat, yaitu
1.    isim mufrad yang menerima tanwin, contoh :مررت برجل
2.    jamak taksir yang menerima tanwin, contoh :مررت برجال
3.    jamak muannats salim, contoh : مررت بمسلمات

2.   Ya menjadi alamat i'rab khafadh pada 3 tempat, yaitu
1.    asmaul khamsah, contoh : مررت بابيك
2.    isim tatsniyah, contoh : مررت بزيدين
3.    jamak mudzakkar salim, contoh : مررت بزيدين

3.   Fathah menjadi alamat i'rab khafadh pada isim yang tidak menerima tanwin (ghair munsharif) contoh :مررت باحمدَ

Perlu diketahui, bahwa terjadinya isim ghair munsharif itu karena
A.    isim tersebut mempunyai 2 'illat (penyebab), yaitu
1.    sebab lafadz
2.    sebab makna
penyebab dari segi ma'na ada 2
1.    'illat washfiyah (sifat),
2.    'llat 'alamiyah (nama sesuatu).
B.     dan ada pula yang satu 'illat menduduki tempat dua 'illat. 

a.    Isim ghair munsharif dengan dua 'illat 
1.    Washfiyah/sifat. {dari segi ma'na }  berkumpul dengan 3 isim dari segi lafadz ;
a.    Adal/pemindahan kata
Contoh : مثنى –  ثلاثى    berasal dari اثنين – اثنين ,  ثلاثة -ثلاثة

b.    Wazan fiil
Contoh :احمر  berwazan افعل   berasal dari خمرة

c.    Ziadah alif nun/tambahan alif nun
Contoh : سكران   berasal dari سكر

2.    'alamiyah/nama sesuatu {dari segi ma'na} berkumpul dengan 6 isim dari segi lafadz
a.    Adal/pemindahan kata
Contoh :عمر  berasal dari عمر

b.    Wazan fiil/berasal dari fiil
Contoh :احمد  berwazan افعل

c.    Ziadah alif nun/tambahan alif nun
Contoh : عثمان  berasal dari عثم

d.    Ajam/nama selain arab
Contoh :سوكرنا
e.    Terkib masji/susunan tak bermakna
Contoh :بعل بك
f.      Taknis/nama perempuan
Contoh :زينب

b.    Isim ghoiru munshorif dengan 1 illat yang menempati 2 ilat, ada 2
1.    Sighot Muntahal Jumu' : bentuk kata yang berma'na sangat. {Bentuk kata dari segi lafadz dan makna sangat dari segi ma'na}
Contoh :مساجد  berwazan مفاعل

2.    Alif taknis : alif yang bermakna permpuan.
{alif dari segi lafadz dan makna perempuan dari segi makna}
Contoh : حبلى

4.    Tempat tanda I'rob jazm
1.    Sukun menjadi tanda I'rob jazm bertempat pada fiil mudhori' yang sohih akhir tidak bertemu alif tasniah, wawu jam', ya' muanasah mukhotobah dan nun taukid (nun penguat makna)
Contoh : لم يضرب

2.    Membuang, maksudnya adalah membuang nun dan membuang huruf ilat (ا-ي-و)
a.    Membuang nun menjadi tanda I'rob jazm bertempat pada af'alul khomsah, contoh :
1.    لم يضربا
2.    لم تضربا
3.    لم يضربو
4.    لم تضربو
5.     لم تضربى
b.    Membuang huruf illat memnjadi tanda I'rob jazm bertempat pada  fiil mudzori' mu'tal akhir,
Contoh : لم يدع



RANGKUMAN MATERI

Lafazh-lafazh yang di-mu'rab-kan terbagi menjadi dua bagian, yaitu
1.    bagian yang di-i'rab-i dengan memakai harakat dan
2.    bagian yang di-i'rab-i dengan memakai huruf. 

1.    Lafazh yang di-i'rabi dengan harakat ada 4 macam, yaitu:
1.    isim mufrad,
2.     jamak taksir,
3.    jamak muannats salim dan
4.    fi'il mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun taukid atau huruf 'illat) 

Tiap-tiap isim/fiil diatas di-rafa'-kan dengan memaka idhammah, di-nashab-kannya dengan memakai fathah,di-khafadh-kan dengan memakai kasrah. Dan fi'il yang di-rafa'-kan dengan memakai dhammah di-jazm-kan dengan memakai sukun. 
 
Dikecualikan dari ketentuan tadi ialah tiga perkara, yaitu
1.    jamak muannats salim, di-nashab-kan dengan kasrah;
2.    isim yang tidak menerima tanwin, di-khafadh-kan dengan fathah,
3.    fi'il mudhari' yang mu'tal akhir (berhuruf 'illat pada ujungnya), di-jazm-kan, dengan membuang huruf akhirnya, yaitu huruf 'illat.

Contoh Rofa' :
1.    isim mufrad, جاء زيدٌ
2.     jamak taksir, جاء رجلل
3.    jamak muannats salim, جاء مسلمات  
4.    fi'il mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun taukid atau huruf 'illat), يضرب

contoh nasob :
1.    isim mufrad, رايت زيدا
2.     jamak taksir, رايت رجالا
3.    fi'il mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun taukid atau huruf 'illat), لن يضرب 

contoh jer :
1.    isim mufrad munshorif, مررت بزيد
2.     jamak taksir munshorif, مررت برجال
3.    jamak muannats salim, مررت بمسلمات  

contoh jazm :
1.    fi'il mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun taukid atau huruf 'illat) يضرب

2.      lafadz yang di I'robi dengan huruf 4 macam, yaitu:
1.     isim tatsniyah;
2.     jamak mudzakkar salim;
3.    asmaul khamsah;
4.    af'lul khamsah, yaitu

Adapun isim tatsniyah maka di-rafa'-kan dengan memakai alif
dinashab-kan dan di-khafadh-kan dengan memakai ya. 
Contoh di-rafa'-kan
 جاء زيدان
Contoh di-nashab
رايت زيدين
Contoh di jarkan
مررت بزيدين
Adapun jama' mudzakar salim di rofa'kan dengan wawu, dinasobkan dandi jaerkan dengan ya'
Contoh di-rafa'-kan
.جاء زيدون 
Contoh di-nashab
رايتت بزيدين
Contoh di jarkan
مررت بزيدين

Adapun asmaul khomsah di rofa'kan dengan wawu, di nasobkan dengan alif dan di jerkan dengan ya'.
Contoh di-rafa'-kan
جاء ابوك
Contoh di-nashab
رايت اباك
Contoh di jarkan
مررت بابيك

Adapun af'alul khomsah dirofa'kan dengan nun, di nasobkan dan di jazmkan dengan membuang nun
Contoh di-rafa'-kan,
1.     يضربان
2.    تضربان
3.    يضربون
4.    تضربون
5.    تضربين
Contoh di-nashab
1.    لن يضربا
2.    لن تضربا
3.    لن يضربو
4.    لن تضربو
5.    لن يضربي
Contoh di jazmkan
1.    لم يضربا
2.    لم تضربا
3.    لم يضربو
4.    لم تضربو
5.     لم تضربى





BAB
ISIM NAKIROH DAN MA'RIFAT

A.    NAKIROH
Isim Nakiroh adalah Isim nakirah ialah setiap isim yang jenisnya bersifat umum yang tidak menentukan sesuatu perkara dan lainnya. Singkatnya ialah, setiap isim yang layak dimasuki alif dan lam, contoh :

B.   MA'RIFAT
Isim Ma'rifat adalah isim yang dibatasi (pemakaiannya)
Isim ma'rifat ada 6 macam.
Yang pertama, ialah isim dhamir (kata ganti)
Isim dhomir dibagi menjadi 2
1.    Dhomir Mustatir
2.    Dhomir bariz

1.   Dhomir mustatir adalah dhomir yang tidak ada bentuk lafadznya
Dhomir mustatir dibagi menjadi 2
1.    Mustatir jawaz : isim dhomir mustatir yang kedudukanya bisa diganti isim dhohi / atau dhomir munfasil.
Mustatir jawaz ada 3
1.    يضرب  (زيد\هو)  fiil mudzori' Mudzakar ghoib
2.    تضرب (هند\هو)   fiil mudzori' muannas ghoibah
3.    ضرب (زيد\هو)  fiil mudzori' mudzakar ghoib
2.    Mustatir wujub : isim dhomir mustatir yang kedudukanya tidak bisa diganti isim dhohir atau dhomir munfasil.
Mustatir wujub ada 4
1.    اضرب  fiil amar mudzakar mukhotob
2.    تضرب  fiil mudhori' mudzakar mukhotob
3.    أضرب  fiil mudzori' mutallim wahid
4.    نضرب  mutakallim ma'al ghoir
2.   Dhomir bariz adalah isim dzomir yang ada betuk lafadznya
Dhomir bariz dibagi menjadi 2
1.    Muttasil : isim dhomir yang tidak bisa di buat permulaan.
Dhomir muttasil ada 12 bertempat pada 14
1.    ضربت  Mufrod mudzakar mukhotob
2.    ضربتما  tasniah mudzakar mukhotob
3.    ضربتم jama' mudzakar mukhotpb
4.    ضربت  mufrod muanast mukhotob
5.    ضربتما  tasniah muanast mukhotob
6.    ضربتن jama' muanast mukhotob
7.    ضرب mufrod mudzakar ghoib
8.    ضربا  tasniah mudzakar ghoib
9.    ضربوا jama' mudzakar ghoib
10.  ضربت  mufrod muannas ghoib
11.  ضربتا
12.  ضربن
13.  اضرب
14.  نضرب

2.    Munfasil : isim dhomir yang bisa dibuat permulaan kalimat.
Dhomir munfasil bagi menjadi 3
1.    Mahal rofa' (menempati isim yang di baca rofa'), ada 12 
1.    انا
2.    نحن
3.    انت
4.    انت
5.    انتما
6.    انتم
7.    انتن
8.    هو
9.    هي
10.  هما
11.  هم
12.  هن
2.    Mahal nasob(menempati isim yang di baca nasob) ada12
1.    اي يا
2.    ايانا
3.    اياك
4.    اياك
5.    اياكما
6.    اياكم
7.    اياكن
8.    اياه
9.    اياها
10.  اياهما
11.  اياهم
12.  اياهن
3.    Mahal jer (menempati isim yang di baca jer) ada 12
1.    بي
2.    بنا
3.    بك
4.    بك
5.    بكم
6.    بكم
7.    بكن
8.    به
9.    بها
10.  بهما
11.  بهم
12.  بهن

Yang kedua Isim 'alam : isim yang dibuat nama sesuatu.

     

Isim dhamir itu terdiri dari isim dhamir yang zhahir yang di-nisbat-kan
kepada makna ghaib (seperti lafazh:  , hudhur (Sepertl
lafazh:  ), dan mutakallim (seperti lafazh:  ).  77 | Na hwu   a d a l a h   ummu l   ‘ i lmi ,   i bun ya   i lmu 


Mereka (ahli Nahwu) telah membagi isim dhamir yang kedua kepada
dhamir muttashil yang mustatir (tersembunyi), (seperti lafazh:
= Zaid telah membaca; taqdirnya:  = dia telah membaca); atau
yang bariz (tampak), (seperti lafazh:  = kamu berdua telah
membaca;  = kamu telah membaca; dan seterusnya); dan dhamir
munfashil (terpisah, seperti lafazh:  dan
seterusnya). 

Yang kedua dari isim ma'rifat ialah yang terkenal dengan isim 'alam,
seperti lafazh: Ja'far (nama orang), Mekkah (nama kota) dan seperti
lafazh: al-Haram (nama tanah haram). 

Yang ketiga dari isim ma'rifat ialah isim isyarah; seperti lafazh:
(dan sebagainya). Yang keempat dari isim ma'rifat ialah isim
maushul, seperti lafazh:  . 

Yang kelima dari isim ma'rifat ialah yang di-ma'rifat-kan dengan huruf 78 | Na hwu   a d a l a h   ummu l   ‘ i lmi ,   i bun ya   i lmu 

al, seperti lafazh:  menjadi  . 

Yang keenam dari isim ma'rifat ialah lafazh yang di-mudhaf-kan
kepada salah satu diantara bagian yang telah disebutkan tadi 




 PENDAHULUAN

A.  Ilmu Bahasa Arab
Ilmu adalah suatu sifat yang bisa membuka bagi pemiliknya dengan benar – benar terbuka (kePandai)
Bahasa : Ucapan yang digunakan untuk berkomonikasi suatu kaum
Macam – macam Bahasa itu banyak tetapi tujuan dan makna Bahasa itu hanya satu yakni sesungguhnya  maksud yang masuk di dalam hati manusia itu sama.
Arab : suatu Negara
Bahsa arab : Ucapan yang digunakan untuk berkomonikasi oleh orang Arab.
Ilmu Bahasa Arab : ilmu yang digunakan perantara untuk mejaga ucapan dan tulisan dari kesalahan.
Macam – macam ilmu arab ada 13
Ilmu shorof
Ilmu ‘urudz
Ilmu I’rob
Ilmu qowafy
Ilmu tulisan
Ilmu syair
Ilmu Ma’ani
Ilmu insya’
Ilmu bayan
Ilmu khitobah
Ilmu badi’
Ilmu tarih adab
Ilmu matan lughot


B.  Ilmu Nahwu Dan Shorof
Ilmu terpenting Didalam tata berbahasa arab itu ada dua macam
1.     Ilmu yang mempelajari dalam susunan kata yang disebut ilmu I’rob/nahwu
2.     Ilmu yang mempelajari dalam satu kata yang disebut ilmu shorof

1.   Ilmu I’rob/Nahwu
a. Definisi ilmu I’rob/nahwu
Ilmu I’rob/nahwu adalah ilmu untuk mengetahui dasar – dasar susunan kata/kalimat arab dan tingkah keadaanya. 
b. Pembahasan ilmu I’rob/nahwu
Pembahasanya adalah ilmu arab dalam tingkah keadaan susunan kata untuk mengetahui berubahnya akhir suatu kata.
c. Sasaran ilmu I’rob/nahwu
Sasaranya adalah kata benda , kata kerja dan kata sambung baik yang bisa berubah akhirnya atau tidak, baik bisa berubah bentuk katanya atau tidak.
d. Kedudukan ilmu shorof
Ilmu shorof merupakan ilmu yang sangat penting dalam mempelajari Bahasa arab.
e. Pencetus ilmu shorof
Pencetusnya adalah abu aswad ad duali pada zaman kholifah ali bin abi tholib.
f.   Hokum mempelajari ilmu shorof
Hokum mempelajari ilmu shorof adalah fardhu kifayah : apabila dalam satu kampong tidak ada yang mempelajari ilmu shorof akan berdosa, apabila sudah ada satu / sebagian orang mempelajarinya maka satu kampong sudah tidak berdosa

2.   Ilmu Shorof
a.   Definisi ilmu shorof
Ilmu shorof adalah ilmu untuk mengetahui dasar – dasar sighot/bentuk kata arab dan tingkah keadaanya.
b.   Pembahasan ilmu shorof
Pembahasanya adalah ilmu arab dalam tingkah keadaan satu kata untuk mengetahui patokan yang sudah di tentukan. Seperti tasrif, I’lal, idhom, ibdal.
c.   Sasaran ilmu shorof
Sasaranya adalah kata benda yang bisa di berubah akhir katanya, dan kata kerja yang bisa ditasrif/ bisa dirubah bentuk katanya. Bukan isim mabni dan bukan fiil jamid.
d.   Kedudukan ilmu shorof
Ilmu shorof merupakan ilmu yang sangat penting dalam mempelajari Bahasa arab.
e.   Pencetus ilmu shorof
Pencetusnya adalah abu aswad ad duali pada zaman kholifah ali bin abi tholib.
f.    Hokum mempelajari ilmu shorof
Hokum mempelajari ilmu shorof adalah fardhu kifayah : apabila dalam satu kampong tidak ada yang mempelajari ilmu shorof akan berdosa, apabila sudah ada satu / sebagian orang mempelajarinya maka satu kampong sudah tidak berdosa

C.  Target Belajar Ilmu Nahwu
target terpenting untuk dicapai cukup dua saja. Yaitu:
1.     Bisa membuat kalimat sempurna (Jumlah Mufidah/KALAM)
2.     Bisa memberi harokat akhir kata dengan tepat saat sudah dirangkai menjadi kalimat.

D.  Fokus Belajar Ilmu Nahwu
Berikut ini langkah-langkahnya:
1.     memahami DEFINISI KATA dan pembagiannya (ISIM, FI’IL, & HURUF)
2.     memahami pengertian MU’ROB & MABNI. 
3.     menghafalkan tanda I’rob.
4.     memafahami istilah MARFU’, MANHSUB, MAJRUR, dan MAJZUM.
5.     menghafalkan kedudukan isim dalam kalimat (Mubatada, Khobar, Fa’il,…..dll.)
6.     menghafalkan tiga keadaan fi’il dalam kalimat (Terbebas dari amil nashob dan amil jazem, didahului oleh amil nahsob, dan didahului oleh amil jazem).
7.     menghafalkan semua AMIL NASHOB dan AMIL JAZEM.
8.     menghafalkan huruf-huruf yang bisa memberikan pengaruh terhadap harokat akhir kata di depannya (huruf ‘amilah) dan huruf yang tidak memberi pengaruh (huruf ‘athilah).
Demikianlah kurang lebih hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar ilmu Nahwu. Fokus pada materi di atas, insya Allah ilmu Nahwu akan dengan mudah dikuasai.


BAB
KALAM

A.  Pengertian
Kalam ialah lafazh yang tersusun dan bermakna lengkap. Maksudnya, kalam menurut istilah ahli ilmu Nahwu
ialah harus memenuhi empat syarat, yaitu : 
1.   Lafazh, yaitu :  Ucapan yang mengadung sebagian hurruf hijaiyah.
Contoh:  (kitab),
2.   Murakkab (tersusun), yaitu :  Ucapan yang tersusun atas dua
kalimah atau lebih. Contoh :  (Zaid berdiri), 
Jadi, kalau satu kalimah saja, bukan temasuk murakkab.
Yang dimaksud dengan "kalimah" disini ialah sepatah kata. 
3.   Mufid (bermakna), yaitu : Ungkapan berfaedah yang dapat memberikan pemahaman sehingga pendengarnya merasa puas. Contoh :  (Zaid berdiri)
4.   Wadha', yaitu :  Menjadikan lafazh agar menunjukkan suatu makna (pengertian). Dan pembicaraannya disengaja serta dengan menggunakan bahasa Arab, sebab ilmu Nahwu ini membahas kaidah bahasa Arab. Jadi, pembicaraan orang yang mengigau walaupun berbahasa Arab atau bukan, tidak termasuk wadha' menurut ahli Nahwu.

B.  Kalimah  Dan Pembagianya
Kalimah adalah kata yang belum tersusun/kosa kata.
Kalimah dibagi menjadi 3
1.    Kalimah isim
2.    Kalimah fi’il
3.    Kalimah huruf

1.    Kalimah isim adalah kalimah yang menunjukan arti/maksud terhadap kalimah itu sendiri dan tidak bersamaaan dengan waktu, (Dengan kala lain, isimadalah kata benda) Contoh :  مدرسة
Ciri - ciri kalimah isim
1.    I'rob jer contoh : بسم الله الرحمن الرحيم
2.    Menerima tanwin contoh : زيدٌ
3.    Menerima  الcontoh : الرجل
4.    Isnad ilahi (disandarkan) contoh : قام زيد
5.    Dimasuki Huruf jer
Macam – Macam Huruf Jer ada 9
1.    من  contoh : خرجت من البيت
2.    الى  contoh : سرت من البصرة إلى الكوفة
3.    عن  contoh : رميت السهم عن القوس
4.    على  contoh : صعدت على جبل
5.    فى  contoh : صلى زيد فى المسجد
6.    رب  contoh : رب رجل صالح
7.    باء contoh : مررت بزيد
8.    كاف  contoh : زيد كالبدر
9.    لام contoh : الحمد لله
Huruf qosam ada 3
1.    باء contoh : بالله لأفعلن
2.    تاء contoh : تاالله لأفعلن
3.    واو contoh : والله لأفعلن

2.    Kalimah fi'il adalah kalimah yang meunjukan art/maksudi terhadap kalimah itu sendiri dan bersamaan dengan zaman, (Dengan kala lain, fiil adalah kata kerja)
Ciri - ciri kalimah fi'il adalah :
1.    Bisa dimasuki قد contoh : قد قام زيد
2.    Bisa dimasuki  سين contoh : سيقوم زيد
3.    Bisa dimasuki سوف contoh : سوف يقوم زيد
4.    Bisa di masuki تاء تئنيث سكينة contoh : قالت هند

3.    Kalimah huruf adalah kalimah yang menunjukan arti/maksud terhadap kalimah lain, Maksudnya: kalimah (kata) yang dapat menunjukkan makna apabila dirangkaikan dengan kalimah yang lainnya, tidak dapat berdiri sendiri. (Dengan kata lain huruf adalah kata depan)
Ciri - ciri kalimah huruf adalah tidak menerima ciri - ciri kalimah isim dan kalima fi'il.


BAB
I'ROB

A.    Pengertian
I'rob adalah perubahan akhir suatu kalimat sebab beda bedanya amil yang masuk pada kalimat tersebut baik secara lafadz maupun secara dikira-kirakan.
'amil adalah sesuatu yang menjadikan rofa', nasob, jer atau jazm.
Contoh : جاء زيدٌ , رايت زيداً, مررت بزيدٍ. يضربُ زيدٌ, لن يضربَ زيدٌ, لم يضربْ زيدٌ
                                                                        جاء فتى, رأيت فتى, مررت بفتى

B.   Macam - Macam I'rob
Macam – macam I'rob ada 4
1.    I'rob rofa'
2.    I'rob nasob
3.    I'rob jer
4.    I'rob jazm

C.   Pembagian I'rob
i'rob 4 diatas di bagi menjadi 2
1.    I'rob muhtas
I'rob muhtas adalah i'rob yang khusus masuk pada kalimat isim atau fi'il.
Ya'ni i'rob jer khusus masuk pada kalimat isim dan i'rob jazem khusus masuk pada kalimat fi'il.
2.    I'rob mustarok
I'rob mustarok adalah i'rob yang bisa masuk pada kalimat isim dan kalimat fi'il.
Yakni i'rob rofa' dan i'rob nasob.

D.   Penempatan I'rob Pada Kalimat
1.    kalimah isim menerima 3 I'rob
1.    I'rob rofa'
2.    I'rob nasob
3.    I'rob jer
2.    kalimah fi'il menerima 3 I'rob
1.    I'rob rofa'
2.    I'rob nasob
3.    I'rob jazm
3.    Kalimah huruf tidak bisa menerima i'rob yakni mabni (ketetatapan akhir suatu kalimat meskipun beda bedanya amil yang masuk pada kalimat tersebut).

E.    Tanda – Tanda I'rob
1.    Tanda – tanda i'rob rofa' ada 4
1.    Dhommah
2.    Wawu
3.    Alif
4.    Nun
2.    Tanda – tanda i'rob nasob ada 5
1.    Fathah
2.    Alif
3.    Kasroh
4.    Ya'
5.    Membuang Nun
3.    Tanda – tanda i'rob jer ada 3
1.    Kasroh
2.    Ya'
3.    Fatihah
4.    Tanda – tanda i'rob jazem  ada 2
1.    Nun
2.    Membuang Nun
F.    Tempat Tanda – Tanda I'rob
1.    Tempat tanda – tanda i'rob rofa'
1.    Dhommah menjadi tanda i'rob rofa' pada 4 tempat
1.    Isim mufrod
Isim mufrod adalah isim yang menunjukan ma'na 1, tidak bermakna 2, tidak bermakna banyak dan tidak yang disamakan dengan keduanya dan tidak asmaul khomsah.
Contoh : جاء رجلٌ
2.    Isim Jamak taksir
Isim Jamak taksir adalah isim yang berubah dari bentuk mufrodnya dan menunjukan makna banyak tanpa tambabah huruf wawu nun ketika rofa' dan tanpa tambahan ya'  nun ketika nasob dan jer.
Contoh : جاء رجالٌ
3.    Isim jama' muanast salim
Isim jama' muanats salim adalah isim yang menunjukan makna banyak terhadap perempuan dengan tambahan alif tak di akhirnya.
Contoh : جاء مسلماتٌ
4.    Fi'il mudzori' yang huruf akhir tidak bertemu dengan nun niswah (يضربْنَ), nun taukid (يضربَنَّ), alif tasniyah (يضربان), wawu jama' (يضربون), yak muanasah mukhotobah (تضربين).
Fi'il mudzori' adalah fi'il yang di dahului tambahan salah satu huruf ya', ta', nun, hamzah.
Contoh :  يضربُ – تضربُ – نصربُ – أضرب
2.    Wawu menjad tanda I'rob rofa' pada dua tempat
1.    Isim jama' mudzakar salim
Isim jama' mudzakar adalah isim yang menunjukan makna banyak untuk laki – laki dengan tambahan wawu nun ketika rofa' dan ya' nun ketika nasob dan jer'.
Salim adalah selamat dar bentuk mufrodnya maksudnya tidak berubah dari bentuk mufrodnya ketika dihilangkan wawu jama' dan nun wiqoyahnya(nun penyambung)
Contoh : مسلمون
2.    Asmaul khomsah
Asmaul khomsahah adalah isim yang lima disandarkan kepada isim yang lain yang jumlahnya ada lima
1.    أب disandarkan isim dzomir كmaka ditandai dengan huruf wawu
contoh جاء  أبوك
2.    أخ   disandarkan isim dzomir كmaka ditandai dengan huruf wawu
contoh  جاء  أخوك
3.    حم  disandarkan isim dzomir كmaka ditandai dengan huruf wawu
contoh  جاء حموك
4.    فمُ  disandarkan isim dzomir كmaka ditandai dengan huruf wawu
contoh جاء فوك
5.    ذو  
contoh  جاء ذومال

Syarat asmaul khomsah
1.    Mufrod
2.    Harus di sandarkan
3.    Tidak tashghir (bermakna kerdil)
4.    Harus disandarkan selain ya' mutakalim
5.    Lafadz فم   harus di buang huruf mimnya
6.    Lafadz ذو   bermakna shohib harus di sandarkan isim jenis 
3.    Alif menjadi tanda I'rob rofa' pada 1 tempat
1.    Isim tasniyyah
Isim tasniyah adalah isim yang menunjukan arti dua, ditandai alif nun ketika rofa' dan ditandai yak nun ketika nasob dan jer.
Contoh :جاء زيدان
4.    Nun menjadi tanda I'rob rofa' berada pada 1 tempat
1.    Af'alul khomsah
Af'alul khomsah adalah fi'il mudzori' yang bertemu alif tasniyah, wawu jam' dan ya' muanasah mukhotobah yang jumlahnya ada lima
1.    يضربان
2.    تضربان
3.    يضربون
4.    تضربون
5.    تضربين

2.    Tempat tanda-tanda I'rob nasob  
1.    Fathah menjadi tanda i'rob Nasob bertempat pada 3 tempat
1.    Isim mufrod, contoh :رايت رجلاَ
2.    Jamak taksir, contoh :رايت رجالا
3.    Fil mudhori' yang di masuki 'amil nasob dan tidak bersambung dengan alif tasniyah, Lawu jama' dan ya' muanasah mukhotobah , contoh : لن يضرب

2.    Alif menjadi alamat  i'rab nashab berada pada asmaul khamsah, Contoh :
1.    رايت اباك
2.    رايت اخاك
3.    رايت حماك
4.    رايت فماك
5.    رايت ذامال

3.    Kasrah menjadi alamat i'rab nashab hanya terdapat pada bentuk jamak muannats salim , contoh : رايت مسلمات

4.    Ya menjadi alamat bagi i'rab nashab pada 2 tempat
1.    isim tatsniyah, contoh : رايت زيدين
2.     jamak mudzakkar salim, contoh :رايت زيدين

5.    Membuang (menghilangkan) nun menjadi alamat bagi i'rab nashab pada af'alul khamsah, contoh :
1.    لن يضربا
2.    لن تضربا
3.    لن يضربو
4.    لن تضربو
5.    لن يضربي

3.    Tempat tanda-tanda I'rob jer
1.   Kasrah menjadi alamat bagi i'rab khafadh pada 3 tempat, yaitu
1.    isim mufrad yang menerima tanwin, contoh :مررت برجل
2.    jamak taksir yang menerima tanwin, contoh :مررت برجال
3.    jamak muannats salim, contoh : مررت بمسلمات

2.   Ya menjadi alamat i'rab khafadh pada 3 tempat, yaitu
1.    asmaul khamsah, contoh : مررت بابيك
2.    isim tatsniyah, contoh : مررت بزيدين
3.    jamak mudzakkar salim, contoh : مررت بزيدين

3.   Fathah menjadi alamat i'rab khafadh pada isim yang tidak menerima tanwin (ghair munsharif) contoh :مررت باحمدَ

Perlu diketahui, bahwa terjadinya isim ghair munsharif itu karena
A.    isim tersebut mempunyai 2 'illat (penyebab), yaitu
1.    sebab lafadz
2.    sebab makna
penyebab dari segi ma'na ada 2
1.    'illat washfiyah (sifat),
2.    'llat 'alamiyah (nama sesuatu).
B.     dan ada pula yang satu 'illat menduduki tempat dua 'illat. 

a.    Isim ghair munsharif dengan dua 'illat 
1.    Washfiyah/sifat. {dari segi ma'na }  berkumpul dengan 3 isim dari segi lafadz ;
a.    Adal/pemindahan kata
Contoh : مثنى –  ثلاثى    berasal dari اثنين – اثنين ,  ثلاثة -ثلاثة

b.    Wazan fiil
Contoh :احمر  berwazan افعل   berasal dari خمرة

c.    Ziadah alif nun/tambahan alif nun
Contoh : سكران   berasal dari سكر

2.    'alamiyah/nama sesuatu {dari segi ma'na} berkumpul dengan 6 isim dari segi lafadz
a.    Adal/pemindahan kata
Contoh :عمر  berasal dari عمر

b.    Wazan fiil/berasal dari fiil
Contoh :احمد  berwazan افعل

c.    Ziadah alif nun/tambahan alif nun
Contoh : عثمان  berasal dari عثم

d.    Ajam/nama selain arab
Contoh :سوكرنا
e.    Terkib masji/susunan tak bermakna
Contoh :بعل بك
f.      Taknis/nama perempuan
Contoh :زينب

b.    Isim ghoiru munshorif dengan 1 illat yang menempati 2 ilat, ada 2
1.    Sighot Muntahal Jumu' : bentuk kata yang berma'na sangat. {Bentuk kata dari segi lafadz dan makna sangat dari segi ma'na}
Contoh :مساجد  berwazan مفاعل

2.    Alif taknis : alif yang bermakna permpuan.
{alif dari segi lafadz dan makna perempuan dari segi makna}
Contoh : حبلى

4.    Tempat tanda I'rob jazm
1.    Sukun menjadi tanda I'rob jazm bertempat pada fiil mudhori' yang sohih akhir tidak bertemu alif tasniah, wawu jam', ya' muanasah mukhotobah dan nun taukid (nun penguat makna)
Contoh : لم يضرب

2.    Membuang, maksudnya adalah membuang nun dan membuang huruf ilat (ا-ي-و)
a.    Membuang nun menjadi tanda I'rob jazm bertempat pada af'alul khomsah, contoh :
1.    لم يضربا
2.    لم تضربا
3.    لم يضربو
4.    لم تضربو
5.     لم تضربى
b.    Membuang huruf illat memnjadi tanda I'rob jazm bertempat pada  fiil mudzori' mu'tal akhir,
Contoh : لم يدع



RANGKUMAN MATERI

Lafazh-lafazh yang di-mu'rab-kan terbagi menjadi dua bagian, yaitu
1.    bagian yang di-i'rab-i dengan memakai harakat dan
2.    bagian yang di-i'rab-i dengan memakai huruf. 

1.    Lafazh yang di-i'rabi dengan harakat ada 4 macam, yaitu:
1.    isim mufrad,
2.     jamak taksir,
3.    jamak muannats salim dan
4.    fi'il mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun taukid atau huruf 'illat) 

Tiap-tiap isim/fiil diatas di-rafa'-kan dengan memaka idhammah, di-nashab-kannya dengan memakai fathah,di-khafadh-kan dengan memakai kasrah. Dan fi'il yang di-rafa'-kan dengan memakai dhammah di-jazm-kan dengan memakai sukun. 
 
Dikecualikan dari ketentuan tadi ialah tiga perkara, yaitu
1.    jamak muannats salim, di-nashab-kan dengan kasrah;
2.    isim yang tidak menerima tanwin, di-khafadh-kan dengan fathah,
3.    fi'il mudhari' yang mu'tal akhir (berhuruf 'illat pada ujungnya), di-jazm-kan, dengan membuang huruf akhirnya, yaitu huruf 'illat.

Contoh Rofa' :
1.    isim mufrad, جاء زيدٌ
2.     jamak taksir, جاء رجلل
3.    jamak muannats salim, جاء مسلمات  
4.    fi'il mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun taukid atau huruf 'illat), يضرب

contoh nasob :
1.    isim mufrad, رايت زيدا
2.     jamak taksir, رايت رجالا
3.    fi'il mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun taukid atau huruf 'illat), لن يضرب 

contoh jer :
1.    isim mufrad munshorif, مررت بزيد
2.     jamak taksir munshorif, مررت برجال
3.    jamak muannats salim, مررت بمسلمات  

contoh jazm :
1.    fi'il mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun taukid atau huruf 'illat) يضرب

2.      lafadz yang di I'robi dengan huruf 4 macam, yaitu:
1.     isim tatsniyah;
2.     jamak mudzakkar salim;
3.    asmaul khamsah;
4.    af'lul khamsah, yaitu

Adapun isim tatsniyah maka di-rafa'-kan dengan memakai alif
dinashab-kan dan di-khafadh-kan dengan memakai ya. 
Contoh di-rafa'-kan
 جاء زيدان
Contoh di-nashab
رايت زيدين
Contoh di jarkan
مررت بزيدين
Adapun jama' mudzakar salim di rofa'kan dengan wawu, dinasobkan dandi jaerkan dengan ya'
Contoh di-rafa'-kan
.جاء زيدون 
Contoh di-nashab
رايتت بزيدين
Contoh di jarkan
مررت بزيدين

Adapun asmaul khomsah di rofa'kan dengan wawu, di nasobkan dengan alif dan di jerkan dengan ya'.
Contoh di-rafa'-kan
جاء ابوك
Contoh di-nashab
رايت اباك
Contoh di jarkan
مررت بابيك

Adapun af'alul khomsah dirofa'kan dengan nun, di nasobkan dan di jazmkan dengan membuang nun
Contoh di-rafa'-kan,
1.     يضربان
2.    تضربان
3.    يضربون
4.    تضربون
5.    تضربين
Contoh di-nashab
1.    لن يضربا
2.    لن تضربا
3.    لن يضربو
4.    لن تضربو
5.    لن يضربي
Contoh di jazmkan
1.    لم يضربا
2.    لم تضربا
3.    لم يضربو
4.    لم تضربو
5.     لم تضربى





BAB
ISIM NAKIROH DAN MA'RIFAT

A.    NAKIROH
Isim Nakiroh adalah Isim nakirah ialah setiap isim yang jenisnya bersifat umum yang tidak menentukan sesuatu perkara dan lainnya. Singkatnya ialah, setiap isim yang layak dimasuki alif dan lam, contoh :

B.   MA'RIFAT
Isim Ma'rifat adalah isim yang dibatasi (pemakaiannya)
Isim ma'rifat ada 6 macam.
Yang pertama, ialah isim dhamir (kata ganti)
Isim dhomir dibagi menjadi 2
1.    Dhomir Mustatir
2.    Dhomir bariz

1.   Dhomir mustatir adalah dhomir yang tidak ada bentuk lafadznya
Dhomir mustatir dibagi menjadi 2
1.    Mustatir jawaz : isim dhomir mustatir yang kedudukanya bisa diganti isim dhohi / atau dhomir munfasil.
Mustatir jawaz ada 3
1.    يضرب  (زيد\هو)  fiil mudzori' Mudzakar ghoib
2.    تضرب (هند\هو)   fiil mudzori' muannas ghoibah
3.    ضرب (زيد\هو)  fiil mudzori' mudzakar ghoib
2.    Mustatir wujub : isim dhomir mustatir yang kedudukanya tidak bisa diganti isim dhohir atau dhomir munfasil.
Mustatir wujub ada 4
1.    اضرب  fiil amar mudzakar mukhotob
2.    تضرب  fiil mudhori' mudzakar mukhotob
3.    أضرب  fiil mudzori' mutallim wahid
4.    نضرب  mutakallim ma'al ghoir
2.   Dhomir bariz adalah isim dzomir yang ada betuk lafadznya
Dhomir bariz dibagi menjadi 2
1.    Muttasil : isim dhomir yang tidak bisa di buat permulaan.
Dhomir muttasil ada 12 bertempat pada 14
1.    ضربت  Mufrod mudzakar mukhotob
2.    ضربتما  tasniah mudzakar mukhotob
3.    ضربتم jama' mudzakar mukhotpb
4.    ضربت  mufrod muanast mukhotob
5.    ضربتما  tasniah muanast mukhotob
6.    ضربتن jama' muanast mukhotob
7.    ضرب mufrod mudzakar ghoib
8.    ضربا  tasniah mudzakar ghoib
9.    ضربوا jama' mudzakar ghoib
10.  ضربت  mufrod muannas ghoib
11.  ضربتا
12.  ضربن
13.  اضرب
14.  نضرب

2.    Munfasil : isim dhomir yang bisa dibuat permulaan kalimat.
Dhomir munfasil bagi menjadi 3
1.    Mahal rofa' (menempati isim yang di baca rofa'), ada 12 
1.    انا
2.    نحن
3.    انت
4.    انت
5.    انتما
6.    انتم
7.    انتن
8.    هو
9.    هي
10.  هما
11.  هم
12.  هن
2.    Mahal nasob(menempati isim yang di baca nasob) ada12
1.    اي يا
2.    ايانا
3.    اياك
4.    اياك
5.    اياكما
6.    اياكم
7.    اياكن
8.    اياه
9.    اياها
10.  اياهما
11.  اياهم
12.  اياهن
3.    Mahal jer (menempati isim yang di baca jer) ada 12
1.    بي
2.    بنا
3.    بك
4.    بك
5.    بكم
6.    بكم
7.    بكن
8.    به
9.    بها
10.  بهما
11.  بهم
12.  بهن

Yang kedua Isim 'alam : isim yang dibuat nama sesuatu.

     

Isim dhamir itu terdiri dari isim dhamir yang zhahir yang di-nisbat-kan
kepada makna ghaib (seperti lafazh:  , hudhur (Sepertl
lafazh:  ), dan mutakallim (seperti lafazh:  ).  77 | Na hwu   a d a l a h   ummu l   ‘ i lmi ,   i bun ya   i lmu 


Mereka (ahli Nahwu) telah membagi isim dhamir yang kedua kepada
dhamir muttashil yang mustatir (tersembunyi), (seperti lafazh:
= Zaid telah membaca; taqdirnya:  = dia telah membaca); atau
yang bariz (tampak), (seperti lafazh:  = kamu berdua telah
membaca;  = kamu telah membaca; dan seterusnya); dan dhamir
munfashil (terpisah, seperti lafazh:  dan
seterusnya). 

Yang kedua dari isim ma'rifat ialah yang terkenal dengan isim 'alam,
seperti lafazh: Ja'far (nama orang), Mekkah (nama kota) dan seperti
lafazh: al-Haram (nama tanah haram). 

Yang ketiga dari isim ma'rifat ialah isim isyarah; seperti lafazh:
(dan sebagainya). Yang keempat dari isim ma'rifat ialah isim
maushul, seperti lafazh:  . 

Yang kelima dari isim ma'rifat ialah yang di-ma'rifat-kan dengan huruf 78 | Na hwu   a d a l a h   ummu l   ‘ i lmi ,   i bun ya   i lmu 

al, seperti lafazh:  menjadi  . 

Yang keenam dari isim ma'rifat ialah lafazh yang di-mudhaf-kan
kepada salah satu diantara bagian yang telah disebutkan tadi 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar