PENDAHULUAN
A. Ilmu
Bahasa Arab
Ilmu adalah suatu sifat yang bisa
membuka bagi pemiliknya dengan benar – benar terbuka (kePandai)
Bahasa : Ucapan yang digunakan
untuk berkomonikasi suatu kaum
Macam – macam Bahasa itu banyak
tetapi tujuan dan makna Bahasa itu hanya satu yakni sesungguhnya maksud yang masuk di dalam hati manusia itu
sama.
Arab : suatu Negara
Bahsa arab : Ucapan yang digunakan
untuk berkomonikasi oleh orang Arab.
Ilmu Bahasa Arab : ilmu yang
digunakan perantara untuk mejaga ucapan dan tulisan dari kesalahan.
Macam – macam ilmu arab ada 13
|
Ilmu shorof
|
Ilmu ‘urudz
|
|
Ilmu I’rob
|
Ilmu qowafy
|
|
Ilmu tulisan
|
Ilmu syair
|
|
Ilmu Ma’ani
|
Ilmu insya’
|
|
Ilmu bayan
|
Ilmu
khitobah
|
|
Ilmu badi’
|
Ilmu tarih
adab
|
|
Ilmu matan
lughot
|
|
B. Ilmu
Nahwu Dan Shorof
Ilmu terpenting Didalam tata
berbahasa arab itu ada dua macam
1. Ilmu yang
mempelajari dalam susunan kata yang disebut ilmu I’rob/nahwu
2. Ilmu yang
mempelajari dalam satu kata yang disebut ilmu shorof
1. Ilmu
I’rob/Nahwu
a. Definisi ilmu
I’rob/nahwu
Ilmu I’rob/nahwu adalah ilmu untuk
mengetahui dasar – dasar susunan kata/kalimat arab dan tingkah keadaanya.
b. Pembahasan
ilmu I’rob/nahwu
Pembahasanya adalah ilmu arab dalam
tingkah keadaan susunan kata untuk mengetahui berubahnya akhir suatu kata.
c. Sasaran ilmu
I’rob/nahwu
Sasaranya adalah kata benda , kata
kerja dan kata sambung baik yang bisa berubah akhirnya atau tidak, baik bisa
berubah bentuk katanya atau tidak.
d. Kedudukan ilmu
shorof
Ilmu shorof merupakan ilmu yang
sangat penting dalam mempelajari Bahasa arab.
e. Pencetus ilmu
shorof
Pencetusnya adalah abu aswad ad
duali pada zaman kholifah ali bin abi tholib.
f. Hokum
mempelajari ilmu shorof
Hokum mempelajari ilmu shorof
adalah fardhu kifayah : apabila dalam satu kampong tidak ada yang mempelajari
ilmu shorof akan berdosa, apabila sudah ada satu / sebagian orang
mempelajarinya maka satu kampong sudah tidak berdosa
2. Ilmu
Shorof
a.
Definisi ilmu shorof
Ilmu shorof adalah ilmu untuk
mengetahui dasar – dasar sighot/bentuk kata arab dan tingkah keadaanya.
b. Pembahasan
ilmu shorof
Pembahasanya adalah ilmu arab dalam
tingkah keadaan satu kata untuk mengetahui patokan yang sudah di tentukan.
Seperti tasrif, I’lal, idhom, ibdal.
c. Sasaran ilmu
shorof
Sasaranya adalah kata benda yang
bisa di berubah akhir katanya, dan kata kerja yang bisa ditasrif/ bisa dirubah
bentuk katanya. Bukan isim mabni dan bukan fiil jamid.
d. Kedudukan ilmu
shorof
Ilmu shorof merupakan ilmu yang
sangat penting dalam mempelajari Bahasa arab.
e. Pencetus ilmu
shorof
Pencetusnya adalah abu aswad ad
duali pada zaman kholifah ali bin abi tholib.
f. Hokum
mempelajari ilmu shorof
Hokum mempelajari ilmu shorof
adalah fardhu kifayah : apabila dalam satu kampong tidak ada yang mempelajari
ilmu shorof akan berdosa, apabila sudah ada satu / sebagian orang
mempelajarinya maka satu kampong sudah tidak berdosa
C. Target
Belajar Ilmu Nahwu
target terpenting untuk dicapai
cukup dua saja. Yaitu:
1. Bisa membuat
kalimat sempurna (Jumlah Mufidah/KALAM)
2. Bisa memberi
harokat akhir kata dengan tepat saat sudah dirangkai menjadi kalimat.
D. Fokus
Belajar Ilmu Nahwu
Berikut ini langkah-langkahnya:
1. memahami
DEFINISI KATA dan pembagiannya (ISIM, FI’IL, & HURUF)
2. memahami
pengertian MU’ROB & MABNI.
3. menghafalkan
tanda I’rob.
4. memafahami
istilah MARFU’, MANHSUB, MAJRUR, dan MAJZUM.
5. menghafalkan
kedudukan isim dalam kalimat (Mubatada, Khobar, Fa’il,…..dll.)
6. menghafalkan
tiga keadaan fi’il dalam kalimat (Terbebas dari amil nashob dan amil jazem,
didahului oleh amil nahsob, dan didahului oleh amil jazem).
7. menghafalkan
semua AMIL NASHOB dan AMIL JAZEM.
8. menghafalkan
huruf-huruf yang bisa memberikan pengaruh terhadap harokat akhir kata di
depannya (huruf ‘amilah) dan huruf yang tidak memberi pengaruh (huruf
‘athilah).
Demikianlah kurang lebih hal-hal yang harus
diperhatikan dalam belajar ilmu Nahwu. Fokus pada materi di atas, insya Allah
ilmu Nahwu akan dengan mudah dikuasai.
BAB
KALAM
A. Pengertian
Kalam ialah lafazh yang tersusun
dan bermakna lengkap. Maksudnya, kalam menurut istilah ahli ilmu Nahwu
ialah harus memenuhi empat syarat,
yaitu :
1.
Lafazh,
yaitu : Ucapan yang mengadung sebagian
hurruf hijaiyah.
Contoh: (kitab),
2.
Murakkab
(tersusun), yaitu : Ucapan yang tersusun
atas dua
kalimah
atau lebih. Contoh : (Zaid
berdiri),
Jadi,
kalau satu kalimah saja, bukan temasuk murakkab.
Yang dimaksud
dengan "kalimah" disini ialah sepatah kata.
3.
Mufid
(bermakna), yaitu : Ungkapan berfaedah yang dapat memberikan pemahaman sehingga
pendengarnya merasa puas. Contoh : (Zaid
berdiri)
4.
Wadha',
yaitu : Menjadikan lafazh agar
menunjukkan suatu makna (pengertian). Dan pembicaraannya disengaja serta dengan
menggunakan bahasa Arab, sebab ilmu Nahwu ini membahas kaidah bahasa Arab.
Jadi, pembicaraan orang yang mengigau walaupun berbahasa Arab atau bukan, tidak
termasuk wadha' menurut ahli Nahwu.
B. Kalimah Dan Pembagianya
Kalimah adalah kata yang belum tersusun/kosa
kata.
Kalimah dibagi menjadi 3
1.
Kalimah
isim
2.
Kalimah
fi’il
3.
Kalimah
huruf
1.
Kalimah
isim adalah kalimah yang menunjukan arti/maksud terhadap kalimah itu sendiri
dan tidak bersamaaan dengan waktu, (Dengan kala
lain, isimadalah kata benda) Contoh : مدرسة
Ciri - ciri kalimah isim
1.
I'rob
jer contoh : بسم الله
الرحمن الرحيم
2.
Menerima
tanwin contoh : زيدٌ
3.
Menerima
الcontoh : الرجل
4.
Isnad
ilahi (disandarkan) contoh : قام
زيد
5.
Dimasuki
Huruf jer
Macam
– Macam Huruf Jer ada 9
1.
من contoh : خرجت من البيت
2.
الى contoh : سرت من البصرة إلى الكوفة
3.
عن contoh : رميت السهم عن القوس
4.
على contoh : صعدت على جبل
5.
فى contoh : صلى زيد فى المسجد
6.
رب contoh : رب رجل صالح
7.
باء
contoh : مررت بزيد
8.
كاف contoh : زيد كالبدر
9.
لام
contoh : الحمد لله
Huruf
qosam ada 3
1.
باء
contoh : بالله لأفعلن
2.
تاء
contoh : تاالله لأفعلن
3.
واو
contoh : والله لأفعلن
2.
Kalimah
fi'il adalah kalimah yang meunjukan art/maksudi terhadap kalimah itu sendiri
dan bersamaan dengan zaman, (Dengan kala lain, fiil adalah kata kerja)
Ciri - ciri kalimah fi'il adalah :
1.
Bisa
dimasuki قد contoh : قد
قام زيد
2.
Bisa
dimasuki سين contoh : سيقوم زيد
3.
Bisa
dimasuki سوف contoh : سوف
يقوم زيد
4.
Bisa
di masuki تاء تئنيث
سكينة contoh : قالت هند
3.
Kalimah
huruf adalah kalimah yang menunjukan arti/maksud terhadap kalimah lain, Maksudnya:
kalimah (kata) yang dapat menunjukkan makna apabila dirangkaikan dengan kalimah
yang lainnya, tidak dapat berdiri sendiri. (Dengan kata lain huruf adalah kata
depan)
Ciri - ciri kalimah huruf adalah
tidak menerima ciri - ciri kalimah isim dan kalima fi'il.
BAB
I'ROB
A.
Pengertian
I'rob
adalah perubahan akhir suatu kalimat sebab beda bedanya amil yang masuk pada
kalimat tersebut baik secara lafadz maupun secara dikira-kirakan.
'amil
adalah sesuatu yang menjadikan rofa', nasob, jer atau jazm.
Contoh
: جاء زيدٌ ,
رايت زيداً, مررت بزيدٍ. يضربُ زيدٌ, لن يضربَ زيدٌ, لم يضربْ زيدٌ
جاء فتى, رأيت فتى, مررت بفتى
B.
Macam - Macam I'rob
Macam
– macam I'rob ada 4
1.
I'rob
rofa'
2.
I'rob
nasob
3.
I'rob
jer
4.
I'rob
jazm
C.
Pembagian I'rob
i'rob
4 diatas di bagi menjadi 2
1.
I'rob
muhtas
I'rob
muhtas adalah i'rob yang khusus masuk pada kalimat isim atau fi'il.
Ya'ni
i'rob jer khusus masuk pada kalimat isim dan i'rob jazem khusus masuk pada
kalimat fi'il.
2.
I'rob
mustarok
I'rob
mustarok adalah i'rob yang bisa masuk pada kalimat isim dan kalimat fi'il.
Yakni
i'rob rofa' dan i'rob nasob.
D.
Penempatan I'rob Pada Kalimat
1.
kalimah
isim menerima 3 I'rob
1.
I'rob
rofa'
2.
I'rob
nasob
3.
I'rob
jer
2.
kalimah
fi'il menerima 3 I'rob
1.
I'rob
rofa'
2.
I'rob
nasob
3.
I'rob
jazm
3.
Kalimah
huruf tidak bisa menerima i'rob yakni mabni (ketetatapan akhir suatu kalimat
meskipun beda bedanya amil yang masuk pada kalimat tersebut).
E.
Tanda – Tanda I'rob
1.
Tanda
– tanda i'rob rofa' ada 4
1.
Dhommah
2.
Wawu
3.
Alif
4.
Nun
2.
Tanda
– tanda i'rob nasob ada 5
1.
Fathah
2.
Alif
3.
Kasroh
4.
Ya'
5.
Membuang
Nun
3.
Tanda
– tanda i'rob jer ada 3
1.
Kasroh
2.
Ya'
3.
Fatihah
4.
Tanda
– tanda i'rob jazem ada 2
1.
Nun
2.
Membuang
Nun
F.
Tempat Tanda – Tanda I'rob
1.
Tempat tanda – tanda i'rob rofa'
1.
Dhommah
menjadi tanda i'rob rofa' pada 4 tempat
1.
Isim
mufrod
Isim
mufrod adalah isim yang menunjukan ma'na 1, tidak bermakna 2, tidak bermakna
banyak dan tidak yang disamakan dengan keduanya dan tidak asmaul khomsah.
Contoh
: جاء رجلٌ
2.
Isim
Jamak taksir
Isim
Jamak taksir adalah isim yang berubah dari bentuk mufrodnya dan menunjukan
makna banyak tanpa tambabah huruf wawu nun ketika rofa' dan tanpa tambahan
ya' nun ketika nasob dan jer.
Contoh
: جاء رجالٌ
3.
Isim
jama' muanast salim
Isim
jama' muanats salim adalah isim yang menunjukan makna banyak terhadap perempuan
dengan tambahan alif tak di akhirnya.
Contoh
: جاء مسلماتٌ
4.
Fi'il
mudzori' yang huruf akhir tidak bertemu dengan nun niswah (يضربْنَ),
nun taukid (يضربَنَّ), alif tasniyah (يضربان), wawu jama' (يضربون), yak muanasah mukhotobah (تضربين).
Fi'il
mudzori' adalah fi'il yang di dahului tambahan salah satu huruf ya', ta', nun,
hamzah.
Contoh
: يضربُ – تضربُ – نصربُ – أضرب
2.
Wawu
menjad tanda I'rob rofa' pada dua tempat
1.
Isim
jama' mudzakar salim
Isim
jama' mudzakar adalah isim yang menunjukan makna banyak untuk laki – laki
dengan tambahan wawu nun ketika rofa' dan ya' nun ketika nasob dan jer'.
Salim
adalah selamat dar bentuk mufrodnya maksudnya tidak berubah dari bentuk
mufrodnya ketika dihilangkan wawu jama' dan nun wiqoyahnya(nun penyambung)
Contoh
: مسلمون
2.
Asmaul
khomsah
Asmaul
khomsahah adalah isim yang lima disandarkan kepada isim yang lain yang
jumlahnya ada lima
1.
أب
disandarkan isim dzomir
كmaka ditandai dengan huruf wawu
contoh
جاء أبوك
2.
أخ disandarkan isim dzomir كmaka ditandai
dengan huruf wawu
contoh
جاء أخوك
3.
حم disandarkan isim dzomir كmaka ditandai
dengan huruf wawu
contoh
جاء حموك
4.
فمُ disandarkan isim dzomir كmaka ditandai
dengan huruf wawu
contoh
جاء فوك
5.
ذو
contoh
جاء ذومال
Syarat
asmaul khomsah
1.
Mufrod
2.
Harus
di sandarkan
3.
Tidak
tashghir (bermakna kerdil)
4.
Harus
disandarkan selain ya' mutakalim
5.
Lafadz
فم harus di buang huruf mimnya
6.
Lafadz
ذو bermakna shohib harus di sandarkan isim jenis
3.
Alif
menjadi tanda I'rob rofa' pada 1 tempat
1.
Isim
tasniyyah
Isim
tasniyah adalah isim yang menunjukan arti dua, ditandai alif nun ketika rofa'
dan ditandai yak nun ketika nasob dan jer.
Contoh
:جاء زيدان
4.
Nun
menjadi tanda I'rob rofa' berada pada 1 tempat
1.
Af'alul
khomsah
Af'alul
khomsah adalah fi'il mudzori' yang bertemu alif tasniyah, wawu jam' dan ya'
muanasah mukhotobah yang jumlahnya ada lima
1.
يضربان
2.
تضربان
3.
يضربون
4.
تضربون
5.
تضربين
2.
Tempat tanda-tanda I'rob nasob
1.
Fathah
menjadi tanda i'rob Nasob bertempat pada 3 tempat
1.
Isim
mufrod, contoh :رايت رجلاَ
2.
Jamak
taksir, contoh :رايت رجالا
3.
Fil
mudhori' yang di masuki 'amil nasob dan tidak bersambung dengan alif tasniyah,
Lawu jama' dan ya' muanasah mukhotobah , contoh : لن يضرب
2.
Alif
menjadi alamat i'rab nashab berada pada
asmaul khamsah, Contoh :
1.
رايت اباك
2.
رايت اخاك
3.
رايت حماك
4.
رايت فماك
5.
رايت ذامال
3.
Kasrah
menjadi alamat i'rab nashab hanya terdapat pada bentuk jamak muannats salim ,
contoh : رايت مسلمات
4.
Ya
menjadi alamat bagi i'rab nashab pada 2 tempat
1.
isim
tatsniyah, contoh : رايت زيدين
2.
jamak mudzakkar salim, contoh :رايت زيدين
5.
Membuang
(menghilangkan) nun menjadi alamat bagi i'rab nashab pada af'alul khamsah,
contoh :
1.
لن يضربا
2.
لن تضربا
3.
لن يضربو
4.
لن تضربو
5.
لن يضربي
3.
Tempat tanda-tanda I'rob jer
1. Kasrah menjadi alamat bagi i'rab
khafadh pada 3 tempat, yaitu
1. isim mufrad yang menerima tanwin,
contoh :مررت برجل
2. jamak taksir yang menerima tanwin,
contoh :مررت برجال
3. jamak muannats salim, contoh : مررت بمسلمات
2.
Ya
menjadi alamat i'rab khafadh pada 3 tempat, yaitu
1.
asmaul
khamsah, contoh : مررت بابيك
2.
isim
tatsniyah, contoh : مررت بزيدين
3.
jamak
mudzakkar salim, contoh : مررت بزيدين
3.
Fathah
menjadi alamat i'rab khafadh pada isim yang tidak menerima tanwin (ghair
munsharif) contoh :مررت باحمدَ
Perlu
diketahui, bahwa terjadinya isim ghair munsharif itu karena
A.
isim tersebut mempunyai 2 'illat (penyebab),
yaitu
1.
sebab lafadz
2.
sebab makna
penyebab dari segi ma'na ada 2
1.
'illat washfiyah (sifat),
2.
'llat 'alamiyah (nama sesuatu).
B.
dan ada
pula yang satu 'illat menduduki tempat dua 'illat.
a.
Isim ghair munsharif dengan dua 'illat
1.
Washfiyah/sifat. {dari segi ma'na } berkumpul dengan 3 isim dari segi lafadz ;
a.
Adal/pemindahan kata
Contoh : مثنى – ثلاثى berasal dari اثنين – اثنين , ثلاثة -ثلاثة
b.
Wazan fiil
Contoh :احمر berwazan افعل berasal dari خمرة
c.
Ziadah alif nun/tambahan alif nun
Contoh : سكران berasal dari سكر
2.
'alamiyah/nama sesuatu {dari segi ma'na}
berkumpul dengan 6 isim dari segi lafadz
a.
Adal/pemindahan kata
Contoh :عمر berasal dari عمر
b.
Wazan fiil/berasal dari fiil
Contoh :احمد berwazan افعل
c.
Ziadah alif nun/tambahan alif nun
Contoh : عثمان berasal dari عثم
d.
Ajam/nama selain arab
Contoh :سوكرنا
e.
Terkib masji/susunan tak bermakna
Contoh :بعل بك
f.
Taknis/nama perempuan
Contoh :زينب
b.
Isim ghoiru munshorif dengan 1 illat yang
menempati 2 ilat, ada 2
1.
Sighot Muntahal Jumu' : bentuk kata yang
berma'na sangat. {Bentuk kata dari segi lafadz dan makna sangat dari segi
ma'na}
Contoh :مساجد berwazan مفاعل
2.
Alif taknis : alif yang bermakna permpuan.
{alif dari segi lafadz dan makna perempuan
dari segi makna}
Contoh
: حبلى
4.
Tempat tanda I'rob jazm
1.
Sukun
menjadi tanda I'rob jazm bertempat pada fiil mudhori' yang sohih akhir tidak
bertemu alif tasniah, wawu jam', ya' muanasah mukhotobah dan nun taukid (nun
penguat makna)
Contoh
: لم يضرب
2.
Membuang,
maksudnya adalah membuang nun dan membuang huruf ilat (ا-ي-و)
a.
Membuang
nun menjadi tanda I'rob jazm bertempat pada af'alul khomsah, contoh :
1.
لم يضربا
2.
لم تضربا
3.
لم يضربو
4.
لم تضربو
5.
لم تضربى
b.
Membuang
huruf illat memnjadi tanda I'rob jazm bertempat pada fiil mudzori' mu'tal akhir,
Contoh : لم يدع
RANGKUMAN MATERI
Lafazh-lafazh
yang di-mu'rab-kan terbagi menjadi dua bagian, yaitu
1.
bagian
yang di-i'rab-i dengan memakai harakat dan
2.
bagian
yang di-i'rab-i dengan memakai huruf.
1.
Lafazh yang di-i'rabi dengan harakat ada 4
macam, yaitu:
1.
isim
mufrad,
2.
jamak taksir,
3.
jamak
muannats salim dan
4.
fi'il
mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun
taukid atau huruf 'illat)
Tiap-tiap isim/fiil
diatas di-rafa'-kan dengan memaka idhammah, di-nashab-kannya dengan memakai
fathah,di-khafadh-kan dengan memakai kasrah. Dan fi'il yang di-rafa'-kan dengan
memakai dhammah di-jazm-kan dengan memakai sukun.
Dikecualikan
dari ketentuan tadi ialah tiga perkara, yaitu
1.
jamak muannats salim, di-nashab-kan dengan
kasrah;
2.
isim yang tidak menerima tanwin, di-khafadh-kan
dengan fathah,
3.
fi'il mudhari' yang mu'tal akhir (berhuruf
'illat pada ujungnya), di-jazm-kan, dengan membuang huruf akhirnya, yaitu huruf
'illat.
Contoh Rofa' :
1.
isim
mufrad, جاء زيدٌ
2.
jamak taksir, جاء رجلل
3.
jamak
muannats salim, جاء مسلمات
4.
fi'il
mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun
taukid atau huruf 'illat), يضرب
contoh nasob :
1.
isim
mufrad, رايت زيدا
2.
jamak taksir, رايت رجالا
3.
fi'il
mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun
taukid atau huruf 'illat), لن
يضرب
contoh jer :
1.
isim
mufrad munshorif, مررت بزيد
2.
jamak taksir munshorif, مررت برجال
3.
jamak
muannats salim, مررت بمسلمات
contoh jazm :
1.
fi'il
mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun
taukid atau huruf 'illat) يضرب
2.
lafadz
yang di I'robi dengan huruf 4 macam, yaitu:
1.
isim tatsniyah;
2.
jamak mudzakkar salim;
3.
asmaul
khamsah;
4.
af'lul
khamsah, yaitu
Adapun isim tatsniyah maka
di-rafa'-kan dengan memakai alif
dinashab-kan dan di-khafadh-kan
dengan memakai ya.
Contoh di-rafa'-kan
جاء زيدان
Contoh di-nashab
رايت زيدين
Contoh di jarkan
مررت بزيدين
Adapun jama' mudzakar salim di
rofa'kan dengan wawu, dinasobkan dandi jaerkan dengan ya'
Contoh di-rafa'-kan
.جاء زيدون
Contoh di-nashab
رايتت بزيدين
Contoh di jarkan
مررت بزيدين
Adapun asmaul khomsah di rofa'kan
dengan wawu, di nasobkan dengan alif dan di jerkan dengan ya'.
Contoh di-rafa'-kan
جاء ابوك.
Contoh di-nashab
رايت اباك
Contoh di jarkan
مررت بابيك
Adapun af'alul khomsah dirofa'kan
dengan nun, di nasobkan dan di jazmkan dengan membuang nun
Contoh di-rafa'-kan,
1.
يضربان
2.
تضربان
3.
يضربون
4.
تضربون
5.
تضربين
Contoh di-nashab
1.
لن يضربا
2.
لن تضربا
3.
لن يضربو
4.
لن تضربو
5.
لن يضربي
Contoh di jazmkan
1.
لم يضربا
2.
لم تضربا
3.
لم يضربو
4.
لم تضربو
5.
لم تضربى
BAB
ISIM NAKIROH DAN MA'RIFAT
A.
NAKIROH
Isim
Nakiroh adalah Isim nakirah ialah setiap isim yang jenisnya bersifat umum yang
tidak menentukan sesuatu perkara dan lainnya. Singkatnya ialah, setiap isim
yang layak dimasuki alif dan lam, contoh :
B.
MA'RIFAT
Isim
Ma'rifat adalah isim yang dibatasi (pemakaiannya)
Isim
ma'rifat ada 6 macam.
Yang pertama, ialah isim dhamir (kata ganti)
Isim
dhomir dibagi menjadi 2
1.
Dhomir
Mustatir
2.
Dhomir
bariz
1.
Dhomir
mustatir adalah dhomir yang tidak ada bentuk lafadznya
Dhomir
mustatir dibagi menjadi 2
1.
Mustatir
jawaz : isim dhomir mustatir yang kedudukanya bisa diganti isim dhohi / atau
dhomir munfasil.
Mustatir
jawaz ada 3
1.
يضرب (زيد\هو) fiil mudzori' Mudzakar ghoib
2.
تضرب (هند\هو) fiil mudzori' muannas ghoibah
3.
ضرب (زيد\هو) fiil mudzori' mudzakar ghoib
2.
Mustatir
wujub : isim dhomir mustatir yang kedudukanya tidak bisa diganti isim dhohir
atau dhomir munfasil.
Mustatir wujub ada 4
1.
اضرب
fiil amar mudzakar mukhotob
2.
تضرب
fiil mudhori' mudzakar mukhotob
3.
أضرب fiil mudzori' mutallim wahid
4.
نضرب mutakallim ma'al ghoir
2.
Dhomir
bariz adalah isim dzomir yang ada betuk lafadznya
Dhomir
bariz dibagi menjadi 2
1.
Muttasil
: isim dhomir yang tidak bisa di buat permulaan.
Dhomir
muttasil ada 12 bertempat pada 14
1.
ضربت Mufrod mudzakar mukhotob
2.
ضربتما tasniah mudzakar
mukhotob
3.
ضربتم jama' mudzakar mukhotpb
4.
ضربت mufrod muanast mukhotob
5.
ضربتما tasniah muanast mukhotob
6.
ضربتن jama' muanast mukhotob
7.
ضرب
mufrod mudzakar ghoib
8.
ضربا tasniah mudzakar ghoib
9.
ضربوا jama' mudzakar ghoib
10. ضربت mufrod muannas ghoib
11. ضربتا
12. ضربن
13. اضرب
14. نضرب
2.
Munfasil
: isim dhomir yang bisa dibuat permulaan kalimat.
Dhomir
munfasil bagi menjadi 3
1.
Mahal
rofa' (menempati isim yang di baca rofa'), ada 12
1.
انا
2.
نحن
3.
انت
4.
انت
5.
انتما
6.
انتم
7.
انتن
8.
هو
9.
هي
10. هما
11. هم
12. هن
2.
Mahal
nasob(menempati isim yang di baca nasob) ada12
1.
اي يا
2.
ايانا
3.
اياك
4.
اياك
5.
اياكما
6.
اياكم
7.
اياكن
8.
اياه
9.
اياها
10. اياهما
11. اياهم
12. اياهن
3.
Mahal
jer (menempati isim yang di baca jer) ada 12
1.
بي
2.
بنا
3.
بك
4.
بك
5.
بكم
6.
بكم
7.
بكن
8.
به
9.
بها
10. بهما
11. بهم
12. بهن
Yang kedua Isim 'alam : isim yang dibuat nama
sesuatu.
Isim
dhamir itu terdiri dari isim dhamir yang zhahir yang di-nisbat-kan
kepada
makna ghaib (seperti lafazh: , hudhur
(Sepertl
lafazh: ), dan mutakallim (seperti lafazh: ). 77
| Na hwu a d a l a h ummu l
‘ i lmi , i bun ya i lmu
Mereka
(ahli Nahwu) telah membagi isim dhamir yang kedua kepada
dhamir
muttashil yang mustatir (tersembunyi), (seperti lafazh:
=
Zaid telah membaca; taqdirnya: = dia
telah membaca); atau
yang
bariz (tampak), (seperti lafazh: = kamu
berdua telah
membaca; = kamu telah membaca; dan seterusnya); dan
dhamir
munfashil
(terpisah, seperti lafazh: dan
seterusnya).
Yang
kedua dari isim ma'rifat ialah yang terkenal dengan isim 'alam,
seperti
lafazh: Ja'far (nama orang), Mekkah (nama kota) dan seperti
lafazh:
al-Haram (nama tanah haram).
Yang
ketiga dari isim ma'rifat ialah isim isyarah; seperti lafazh:
(dan
sebagainya). Yang keempat dari isim ma'rifat ialah isim
maushul,
seperti lafazh: .
Yang
kelima dari isim ma'rifat ialah yang di-ma'rifat-kan dengan huruf 78 | Na
hwu a d a l a h ummu l
‘ i lmi , i bun ya i lmu
al,
seperti lafazh: menjadi .
Yang
keenam dari isim ma'rifat ialah lafazh yang di-mudhaf-kan
kepada
salah satu diantara bagian yang telah disebutkan tadi
PENDAHULUAN
A. Ilmu
Bahasa Arab
Ilmu adalah suatu sifat yang bisa
membuka bagi pemiliknya dengan benar – benar terbuka (kePandai)
Bahasa : Ucapan yang digunakan
untuk berkomonikasi suatu kaum
Macam – macam Bahasa itu banyak
tetapi tujuan dan makna Bahasa itu hanya satu yakni sesungguhnya maksud yang masuk di dalam hati manusia itu
sama.
Arab : suatu Negara
Bahsa arab : Ucapan yang digunakan
untuk berkomonikasi oleh orang Arab.
Ilmu Bahasa Arab : ilmu yang
digunakan perantara untuk mejaga ucapan dan tulisan dari kesalahan.
Macam – macam ilmu arab ada 13
|
Ilmu shorof
|
Ilmu ‘urudz
|
|
Ilmu I’rob
|
Ilmu qowafy
|
|
Ilmu tulisan
|
Ilmu syair
|
|
Ilmu Ma’ani
|
Ilmu insya’
|
|
Ilmu bayan
|
Ilmu
khitobah
|
|
Ilmu badi’
|
Ilmu tarih
adab
|
|
Ilmu matan
lughot
|
|
B. Ilmu
Nahwu Dan Shorof
Ilmu terpenting Didalam tata
berbahasa arab itu ada dua macam
1. Ilmu yang
mempelajari dalam susunan kata yang disebut ilmu I’rob/nahwu
2. Ilmu yang
mempelajari dalam satu kata yang disebut ilmu shorof
1. Ilmu
I’rob/Nahwu
a. Definisi ilmu
I’rob/nahwu
Ilmu I’rob/nahwu adalah ilmu untuk
mengetahui dasar – dasar susunan kata/kalimat arab dan tingkah keadaanya.
b. Pembahasan
ilmu I’rob/nahwu
Pembahasanya adalah ilmu arab dalam
tingkah keadaan susunan kata untuk mengetahui berubahnya akhir suatu kata.
c. Sasaran ilmu
I’rob/nahwu
Sasaranya adalah kata benda , kata
kerja dan kata sambung baik yang bisa berubah akhirnya atau tidak, baik bisa
berubah bentuk katanya atau tidak.
d. Kedudukan ilmu
shorof
Ilmu shorof merupakan ilmu yang
sangat penting dalam mempelajari Bahasa arab.
e. Pencetus ilmu
shorof
Pencetusnya adalah abu aswad ad
duali pada zaman kholifah ali bin abi tholib.
f. Hokum
mempelajari ilmu shorof
Hokum mempelajari ilmu shorof
adalah fardhu kifayah : apabila dalam satu kampong tidak ada yang mempelajari
ilmu shorof akan berdosa, apabila sudah ada satu / sebagian orang
mempelajarinya maka satu kampong sudah tidak berdosa
2. Ilmu
Shorof
a.
Definisi ilmu shorof
Ilmu shorof adalah ilmu untuk
mengetahui dasar – dasar sighot/bentuk kata arab dan tingkah keadaanya.
b. Pembahasan
ilmu shorof
Pembahasanya adalah ilmu arab dalam
tingkah keadaan satu kata untuk mengetahui patokan yang sudah di tentukan.
Seperti tasrif, I’lal, idhom, ibdal.
c. Sasaran ilmu
shorof
Sasaranya adalah kata benda yang
bisa di berubah akhir katanya, dan kata kerja yang bisa ditasrif/ bisa dirubah
bentuk katanya. Bukan isim mabni dan bukan fiil jamid.
d. Kedudukan ilmu
shorof
Ilmu shorof merupakan ilmu yang
sangat penting dalam mempelajari Bahasa arab.
e. Pencetus ilmu
shorof
Pencetusnya adalah abu aswad ad
duali pada zaman kholifah ali bin abi tholib.
f. Hokum
mempelajari ilmu shorof
Hokum mempelajari ilmu shorof
adalah fardhu kifayah : apabila dalam satu kampong tidak ada yang mempelajari
ilmu shorof akan berdosa, apabila sudah ada satu / sebagian orang
mempelajarinya maka satu kampong sudah tidak berdosa
C. Target
Belajar Ilmu Nahwu
target terpenting untuk dicapai
cukup dua saja. Yaitu:
1. Bisa membuat
kalimat sempurna (Jumlah Mufidah/KALAM)
2. Bisa memberi
harokat akhir kata dengan tepat saat sudah dirangkai menjadi kalimat.
D. Fokus
Belajar Ilmu Nahwu
Berikut ini langkah-langkahnya:
1. memahami
DEFINISI KATA dan pembagiannya (ISIM, FI’IL, & HURUF)
2. memahami
pengertian MU’ROB & MABNI.
3. menghafalkan
tanda I’rob.
4. memafahami
istilah MARFU’, MANHSUB, MAJRUR, dan MAJZUM.
5. menghafalkan
kedudukan isim dalam kalimat (Mubatada, Khobar, Fa’il,…..dll.)
6. menghafalkan
tiga keadaan fi’il dalam kalimat (Terbebas dari amil nashob dan amil jazem,
didahului oleh amil nahsob, dan didahului oleh amil jazem).
7. menghafalkan
semua AMIL NASHOB dan AMIL JAZEM.
8. menghafalkan
huruf-huruf yang bisa memberikan pengaruh terhadap harokat akhir kata di
depannya (huruf ‘amilah) dan huruf yang tidak memberi pengaruh (huruf
‘athilah).
Demikianlah kurang lebih hal-hal yang harus
diperhatikan dalam belajar ilmu Nahwu. Fokus pada materi di atas, insya Allah
ilmu Nahwu akan dengan mudah dikuasai.
BAB
KALAM
A. Pengertian
Kalam ialah lafazh yang tersusun
dan bermakna lengkap. Maksudnya, kalam menurut istilah ahli ilmu Nahwu
ialah harus memenuhi empat syarat,
yaitu :
1.
Lafazh,
yaitu : Ucapan yang mengadung sebagian
hurruf hijaiyah.
Contoh: (kitab),
2.
Murakkab
(tersusun), yaitu : Ucapan yang tersusun
atas dua
kalimah
atau lebih. Contoh : (Zaid
berdiri),
Jadi,
kalau satu kalimah saja, bukan temasuk murakkab.
Yang dimaksud
dengan "kalimah" disini ialah sepatah kata.
3.
Mufid
(bermakna), yaitu : Ungkapan berfaedah yang dapat memberikan pemahaman sehingga
pendengarnya merasa puas. Contoh : (Zaid
berdiri)
4.
Wadha',
yaitu : Menjadikan lafazh agar
menunjukkan suatu makna (pengertian). Dan pembicaraannya disengaja serta dengan
menggunakan bahasa Arab, sebab ilmu Nahwu ini membahas kaidah bahasa Arab.
Jadi, pembicaraan orang yang mengigau walaupun berbahasa Arab atau bukan, tidak
termasuk wadha' menurut ahli Nahwu.
B. Kalimah Dan Pembagianya
Kalimah adalah kata yang belum tersusun/kosa
kata.
Kalimah dibagi menjadi 3
1.
Kalimah
isim
2.
Kalimah
fi’il
3.
Kalimah
huruf
1.
Kalimah
isim adalah kalimah yang menunjukan arti/maksud terhadap kalimah itu sendiri
dan tidak bersamaaan dengan waktu, (Dengan kala
lain, isimadalah kata benda) Contoh : مدرسة
Ciri - ciri kalimah isim
1.
I'rob
jer contoh : بسم الله
الرحمن الرحيم
2.
Menerima
tanwin contoh : زيدٌ
3.
Menerima
الcontoh : الرجل
4.
Isnad
ilahi (disandarkan) contoh : قام
زيد
5.
Dimasuki
Huruf jer
Macam
– Macam Huruf Jer ada 9
1.
من contoh : خرجت من البيت
2.
الى contoh : سرت من البصرة إلى الكوفة
3.
عن contoh : رميت السهم عن القوس
4.
على contoh : صعدت على جبل
5.
فى contoh : صلى زيد فى المسجد
6.
رب contoh : رب رجل صالح
7.
باء
contoh : مررت بزيد
8.
كاف contoh : زيد كالبدر
9.
لام
contoh : الحمد لله
Huruf
qosam ada 3
1.
باء
contoh : بالله لأفعلن
2.
تاء
contoh : تاالله لأفعلن
3.
واو
contoh : والله لأفعلن
2.
Kalimah
fi'il adalah kalimah yang meunjukan art/maksudi terhadap kalimah itu sendiri
dan bersamaan dengan zaman, (Dengan kala lain, fiil adalah kata kerja)
Ciri - ciri kalimah fi'il adalah :
1.
Bisa
dimasuki قد contoh : قد
قام زيد
2.
Bisa
dimasuki سين contoh : سيقوم زيد
3.
Bisa
dimasuki سوف contoh : سوف
يقوم زيد
4.
Bisa
di masuki تاء تئنيث
سكينة contoh : قالت هند
3.
Kalimah
huruf adalah kalimah yang menunjukan arti/maksud terhadap kalimah lain, Maksudnya:
kalimah (kata) yang dapat menunjukkan makna apabila dirangkaikan dengan kalimah
yang lainnya, tidak dapat berdiri sendiri. (Dengan kata lain huruf adalah kata
depan)
Ciri - ciri kalimah huruf adalah
tidak menerima ciri - ciri kalimah isim dan kalima fi'il.
BAB
I'ROB
A.
Pengertian
I'rob
adalah perubahan akhir suatu kalimat sebab beda bedanya amil yang masuk pada
kalimat tersebut baik secara lafadz maupun secara dikira-kirakan.
'amil
adalah sesuatu yang menjadikan rofa', nasob, jer atau jazm.
Contoh
: جاء زيدٌ ,
رايت زيداً, مررت بزيدٍ. يضربُ زيدٌ, لن يضربَ زيدٌ, لم يضربْ زيدٌ
جاء فتى, رأيت فتى, مررت بفتى
B.
Macam - Macam I'rob
Macam
– macam I'rob ada 4
1.
I'rob
rofa'
2.
I'rob
nasob
3.
I'rob
jer
4.
I'rob
jazm
C.
Pembagian I'rob
i'rob
4 diatas di bagi menjadi 2
1.
I'rob
muhtas
I'rob
muhtas adalah i'rob yang khusus masuk pada kalimat isim atau fi'il.
Ya'ni
i'rob jer khusus masuk pada kalimat isim dan i'rob jazem khusus masuk pada
kalimat fi'il.
2.
I'rob
mustarok
I'rob
mustarok adalah i'rob yang bisa masuk pada kalimat isim dan kalimat fi'il.
Yakni
i'rob rofa' dan i'rob nasob.
D.
Penempatan I'rob Pada Kalimat
1.
kalimah
isim menerima 3 I'rob
1.
I'rob
rofa'
2.
I'rob
nasob
3.
I'rob
jer
2.
kalimah
fi'il menerima 3 I'rob
1.
I'rob
rofa'
2.
I'rob
nasob
3.
I'rob
jazm
3.
Kalimah
huruf tidak bisa menerima i'rob yakni mabni (ketetatapan akhir suatu kalimat
meskipun beda bedanya amil yang masuk pada kalimat tersebut).
E.
Tanda – Tanda I'rob
1.
Tanda
– tanda i'rob rofa' ada 4
1.
Dhommah
2.
Wawu
3.
Alif
4.
Nun
2.
Tanda
– tanda i'rob nasob ada 5
1.
Fathah
2.
Alif
3.
Kasroh
4.
Ya'
5.
Membuang
Nun
3.
Tanda
– tanda i'rob jer ada 3
1.
Kasroh
2.
Ya'
3.
Fatihah
4.
Tanda
– tanda i'rob jazem ada 2
1.
Nun
2.
Membuang
Nun
F.
Tempat Tanda – Tanda I'rob
1.
Tempat tanda – tanda i'rob rofa'
1.
Dhommah
menjadi tanda i'rob rofa' pada 4 tempat
1.
Isim
mufrod
Isim
mufrod adalah isim yang menunjukan ma'na 1, tidak bermakna 2, tidak bermakna
banyak dan tidak yang disamakan dengan keduanya dan tidak asmaul khomsah.
Contoh
: جاء رجلٌ
2.
Isim
Jamak taksir
Isim
Jamak taksir adalah isim yang berubah dari bentuk mufrodnya dan menunjukan
makna banyak tanpa tambabah huruf wawu nun ketika rofa' dan tanpa tambahan
ya' nun ketika nasob dan jer.
Contoh
: جاء رجالٌ
3.
Isim
jama' muanast salim
Isim
jama' muanats salim adalah isim yang menunjukan makna banyak terhadap perempuan
dengan tambahan alif tak di akhirnya.
Contoh
: جاء مسلماتٌ
4.
Fi'il
mudzori' yang huruf akhir tidak bertemu dengan nun niswah (يضربْنَ),
nun taukid (يضربَنَّ), alif tasniyah (يضربان), wawu jama' (يضربون), yak muanasah mukhotobah (تضربين).
Fi'il
mudzori' adalah fi'il yang di dahului tambahan salah satu huruf ya', ta', nun,
hamzah.
Contoh
: يضربُ – تضربُ – نصربُ – أضرب
2.
Wawu
menjad tanda I'rob rofa' pada dua tempat
1.
Isim
jama' mudzakar salim
Isim
jama' mudzakar adalah isim yang menunjukan makna banyak untuk laki – laki
dengan tambahan wawu nun ketika rofa' dan ya' nun ketika nasob dan jer'.
Salim
adalah selamat dar bentuk mufrodnya maksudnya tidak berubah dari bentuk
mufrodnya ketika dihilangkan wawu jama' dan nun wiqoyahnya(nun penyambung)
Contoh
: مسلمون
2.
Asmaul
khomsah
Asmaul
khomsahah adalah isim yang lima disandarkan kepada isim yang lain yang
jumlahnya ada lima
1.
أب
disandarkan isim dzomir
كmaka ditandai dengan huruf wawu
contoh
جاء أبوك
2.
أخ disandarkan isim dzomir كmaka ditandai
dengan huruf wawu
contoh
جاء أخوك
3.
حم disandarkan isim dzomir كmaka ditandai
dengan huruf wawu
contoh
جاء حموك
4.
فمُ disandarkan isim dzomir كmaka ditandai
dengan huruf wawu
contoh
جاء فوك
5.
ذو
contoh
جاء ذومال
Syarat
asmaul khomsah
1.
Mufrod
2.
Harus
di sandarkan
3.
Tidak
tashghir (bermakna kerdil)
4.
Harus
disandarkan selain ya' mutakalim
5.
Lafadz
فم harus di buang huruf mimnya
6.
Lafadz
ذو bermakna shohib harus di sandarkan isim jenis
3.
Alif
menjadi tanda I'rob rofa' pada 1 tempat
1.
Isim
tasniyyah
Isim
tasniyah adalah isim yang menunjukan arti dua, ditandai alif nun ketika rofa'
dan ditandai yak nun ketika nasob dan jer.
Contoh
:جاء زيدان
4.
Nun
menjadi tanda I'rob rofa' berada pada 1 tempat
1.
Af'alul
khomsah
Af'alul
khomsah adalah fi'il mudzori' yang bertemu alif tasniyah, wawu jam' dan ya'
muanasah mukhotobah yang jumlahnya ada lima
1.
يضربان
2.
تضربان
3.
يضربون
4.
تضربون
5.
تضربين
2.
Tempat tanda-tanda I'rob nasob
1.
Fathah
menjadi tanda i'rob Nasob bertempat pada 3 tempat
1.
Isim
mufrod, contoh :رايت رجلاَ
2.
Jamak
taksir, contoh :رايت رجالا
3.
Fil
mudhori' yang di masuki 'amil nasob dan tidak bersambung dengan alif tasniyah,
Lawu jama' dan ya' muanasah mukhotobah , contoh : لن يضرب
2.
Alif
menjadi alamat i'rab nashab berada pada
asmaul khamsah, Contoh :
1.
رايت اباك
2.
رايت اخاك
3.
رايت حماك
4.
رايت فماك
5.
رايت ذامال
3.
Kasrah
menjadi alamat i'rab nashab hanya terdapat pada bentuk jamak muannats salim ,
contoh : رايت مسلمات
4.
Ya
menjadi alamat bagi i'rab nashab pada 2 tempat
1.
isim
tatsniyah, contoh : رايت زيدين
2.
jamak mudzakkar salim, contoh :رايت زيدين
5.
Membuang
(menghilangkan) nun menjadi alamat bagi i'rab nashab pada af'alul khamsah,
contoh :
1.
لن يضربا
2.
لن تضربا
3.
لن يضربو
4.
لن تضربو
5.
لن يضربي
3.
Tempat tanda-tanda I'rob jer
1. Kasrah menjadi alamat bagi i'rab
khafadh pada 3 tempat, yaitu
1. isim mufrad yang menerima tanwin,
contoh :مررت برجل
2. jamak taksir yang menerima tanwin,
contoh :مررت برجال
3. jamak muannats salim, contoh : مررت بمسلمات
2.
Ya
menjadi alamat i'rab khafadh pada 3 tempat, yaitu
1.
asmaul
khamsah, contoh : مررت بابيك
2.
isim
tatsniyah, contoh : مررت بزيدين
3.
jamak
mudzakkar salim, contoh : مررت بزيدين
3.
Fathah
menjadi alamat i'rab khafadh pada isim yang tidak menerima tanwin (ghair
munsharif) contoh :مررت باحمدَ
Perlu
diketahui, bahwa terjadinya isim ghair munsharif itu karena
A.
isim tersebut mempunyai 2 'illat (penyebab),
yaitu
1.
sebab lafadz
2.
sebab makna
penyebab dari segi ma'na ada 2
1.
'illat washfiyah (sifat),
2.
'llat 'alamiyah (nama sesuatu).
B.
dan ada
pula yang satu 'illat menduduki tempat dua 'illat.
a.
Isim ghair munsharif dengan dua 'illat
1.
Washfiyah/sifat. {dari segi ma'na } berkumpul dengan 3 isim dari segi lafadz ;
a.
Adal/pemindahan kata
Contoh : مثنى – ثلاثى berasal dari اثنين – اثنين , ثلاثة -ثلاثة
b.
Wazan fiil
Contoh :احمر berwazan افعل berasal dari خمرة
c.
Ziadah alif nun/tambahan alif nun
Contoh : سكران berasal dari سكر
2.
'alamiyah/nama sesuatu {dari segi ma'na}
berkumpul dengan 6 isim dari segi lafadz
a.
Adal/pemindahan kata
Contoh :عمر berasal dari عمر
b.
Wazan fiil/berasal dari fiil
Contoh :احمد berwazan افعل
c.
Ziadah alif nun/tambahan alif nun
Contoh : عثمان berasal dari عثم
d.
Ajam/nama selain arab
Contoh :سوكرنا
e.
Terkib masji/susunan tak bermakna
Contoh :بعل بك
f.
Taknis/nama perempuan
Contoh :زينب
b.
Isim ghoiru munshorif dengan 1 illat yang
menempati 2 ilat, ada 2
1.
Sighot Muntahal Jumu' : bentuk kata yang
berma'na sangat. {Bentuk kata dari segi lafadz dan makna sangat dari segi
ma'na}
Contoh :مساجد berwazan مفاعل
2.
Alif taknis : alif yang bermakna permpuan.
{alif dari segi lafadz dan makna perempuan
dari segi makna}
Contoh
: حبلى
4.
Tempat tanda I'rob jazm
1.
Sukun
menjadi tanda I'rob jazm bertempat pada fiil mudhori' yang sohih akhir tidak
bertemu alif tasniah, wawu jam', ya' muanasah mukhotobah dan nun taukid (nun
penguat makna)
Contoh
: لم يضرب
2.
Membuang,
maksudnya adalah membuang nun dan membuang huruf ilat (ا-ي-و)
a.
Membuang
nun menjadi tanda I'rob jazm bertempat pada af'alul khomsah, contoh :
1.
لم يضربا
2.
لم تضربا
3.
لم يضربو
4.
لم تضربو
5.
لم تضربى
b.
Membuang
huruf illat memnjadi tanda I'rob jazm bertempat pada fiil mudzori' mu'tal akhir,
Contoh : لم يدع
RANGKUMAN MATERI
Lafazh-lafazh
yang di-mu'rab-kan terbagi menjadi dua bagian, yaitu
1.
bagian
yang di-i'rab-i dengan memakai harakat dan
2.
bagian
yang di-i'rab-i dengan memakai huruf.
1.
Lafazh yang di-i'rabi dengan harakat ada 4
macam, yaitu:
1.
isim
mufrad,
2.
jamak taksir,
3.
jamak
muannats salim dan
4.
fi'il
mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun
taukid atau huruf 'illat)
Tiap-tiap isim/fiil
diatas di-rafa'-kan dengan memaka idhammah, di-nashab-kannya dengan memakai
fathah,di-khafadh-kan dengan memakai kasrah. Dan fi'il yang di-rafa'-kan dengan
memakai dhammah di-jazm-kan dengan memakai sukun.
Dikecualikan
dari ketentuan tadi ialah tiga perkara, yaitu
1.
jamak muannats salim, di-nashab-kan dengan
kasrah;
2.
isim yang tidak menerima tanwin, di-khafadh-kan
dengan fathah,
3.
fi'il mudhari' yang mu'tal akhir (berhuruf
'illat pada ujungnya), di-jazm-kan, dengan membuang huruf akhirnya, yaitu huruf
'illat.
Contoh Rofa' :
1.
isim
mufrad, جاء زيدٌ
2.
jamak taksir, جاء رجلل
3.
jamak
muannats salim, جاء مسلمات
4.
fi'il
mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun
taukid atau huruf 'illat), يضرب
contoh nasob :
1.
isim
mufrad, رايت زيدا
2.
jamak taksir, رايت رجالا
3.
fi'il
mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun
taukid atau huruf 'illat), لن
يضرب
contoh jer :
1.
isim
mufrad munshorif, مررت بزيد
2.
jamak taksir munshorif, مررت برجال
3.
jamak
muannats salim, مررت بمسلمات
contoh jazm :
1.
fi'il
mudhari' yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun
taukid atau huruf 'illat) يضرب
2.
lafadz
yang di I'robi dengan huruf 4 macam, yaitu:
1.
isim tatsniyah;
2.
jamak mudzakkar salim;
3.
asmaul
khamsah;
4.
af'lul
khamsah, yaitu
Adapun isim tatsniyah maka
di-rafa'-kan dengan memakai alif
dinashab-kan dan di-khafadh-kan
dengan memakai ya.
Contoh di-rafa'-kan
جاء زيدان
Contoh di-nashab
رايت زيدين
Contoh di jarkan
مررت بزيدين
Adapun jama' mudzakar salim di
rofa'kan dengan wawu, dinasobkan dandi jaerkan dengan ya'
Contoh di-rafa'-kan
.جاء زيدون
Contoh di-nashab
رايتت بزيدين
Contoh di jarkan
مررت بزيدين
Adapun asmaul khomsah di rofa'kan
dengan wawu, di nasobkan dengan alif dan di jerkan dengan ya'.
Contoh di-rafa'-kan
جاء ابوك.
Contoh di-nashab
رايت اباك
Contoh di jarkan
مررت بابيك
Adapun af'alul khomsah dirofa'kan
dengan nun, di nasobkan dan di jazmkan dengan membuang nun
Contoh di-rafa'-kan,
1.
يضربان
2.
تضربان
3.
يضربون
4.
تضربون
5.
تضربين
Contoh di-nashab
1.
لن يضربا
2.
لن تضربا
3.
لن يضربو
4.
لن تضربو
5.
لن يضربي
Contoh di jazmkan
1.
لم يضربا
2.
لم تضربا
3.
لم يضربو
4.
لم تضربو
5.
لم تضربى
BAB
ISIM NAKIROH DAN MA'RIFAT
A.
NAKIROH
Isim
Nakiroh adalah Isim nakirah ialah setiap isim yang jenisnya bersifat umum yang
tidak menentukan sesuatu perkara dan lainnya. Singkatnya ialah, setiap isim
yang layak dimasuki alif dan lam, contoh :
B.
MA'RIFAT
Isim
Ma'rifat adalah isim yang dibatasi (pemakaiannya)
Isim
ma'rifat ada 6 macam.
Yang pertama, ialah isim dhamir (kata ganti)
Isim
dhomir dibagi menjadi 2
1.
Dhomir
Mustatir
2.
Dhomir
bariz
1.
Dhomir
mustatir adalah dhomir yang tidak ada bentuk lafadznya
Dhomir
mustatir dibagi menjadi 2
1.
Mustatir
jawaz : isim dhomir mustatir yang kedudukanya bisa diganti isim dhohi / atau
dhomir munfasil.
Mustatir
jawaz ada 3
1.
يضرب (زيد\هو) fiil mudzori' Mudzakar ghoib
2.
تضرب (هند\هو) fiil mudzori' muannas ghoibah
3.
ضرب (زيد\هو) fiil mudzori' mudzakar ghoib
2.
Mustatir
wujub : isim dhomir mustatir yang kedudukanya tidak bisa diganti isim dhohir
atau dhomir munfasil.
Mustatir wujub ada 4
1.
اضرب
fiil amar mudzakar mukhotob
2.
تضرب
fiil mudhori' mudzakar mukhotob
3.
أضرب fiil mudzori' mutallim wahid
4.
نضرب mutakallim ma'al ghoir
2.
Dhomir
bariz adalah isim dzomir yang ada betuk lafadznya
Dhomir
bariz dibagi menjadi 2
1.
Muttasil
: isim dhomir yang tidak bisa di buat permulaan.
Dhomir
muttasil ada 12 bertempat pada 14
1.
ضربت Mufrod mudzakar mukhotob
2.
ضربتما tasniah mudzakar
mukhotob
3.
ضربتم jama' mudzakar mukhotpb
4.
ضربت mufrod muanast mukhotob
5.
ضربتما tasniah muanast mukhotob
6.
ضربتن jama' muanast mukhotob
7.
ضرب
mufrod mudzakar ghoib
8.
ضربا tasniah mudzakar ghoib
9.
ضربوا jama' mudzakar ghoib
10. ضربت mufrod muannas ghoib
11. ضربتا
12. ضربن
13. اضرب
14. نضرب
2.
Munfasil
: isim dhomir yang bisa dibuat permulaan kalimat.
Dhomir
munfasil bagi menjadi 3
1.
Mahal
rofa' (menempati isim yang di baca rofa'), ada 12
1.
انا
2.
نحن
3.
انت
4.
انت
5.
انتما
6.
انتم
7.
انتن
8.
هو
9.
هي
10. هما
11. هم
12. هن
2.
Mahal
nasob(menempati isim yang di baca nasob) ada12
1.
اي يا
2.
ايانا
3.
اياك
4.
اياك
5.
اياكما
6.
اياكم
7.
اياكن
8.
اياه
9.
اياها
10. اياهما
11. اياهم
12. اياهن
3.
Mahal
jer (menempati isim yang di baca jer) ada 12
1.
بي
2.
بنا
3.
بك
4.
بك
5.
بكم
6.
بكم
7.
بكن
8.
به
9.
بها
10. بهما
11. بهم
12. بهن
Yang kedua Isim 'alam : isim yang dibuat nama
sesuatu.
Isim
dhamir itu terdiri dari isim dhamir yang zhahir yang di-nisbat-kan
kepada
makna ghaib (seperti lafazh: , hudhur
(Sepertl
lafazh: ), dan mutakallim (seperti lafazh: ). 77
| Na hwu a d a l a h ummu l
‘ i lmi , i bun ya i lmu
Mereka
(ahli Nahwu) telah membagi isim dhamir yang kedua kepada
dhamir
muttashil yang mustatir (tersembunyi), (seperti lafazh:
=
Zaid telah membaca; taqdirnya: = dia
telah membaca); atau
yang
bariz (tampak), (seperti lafazh: = kamu
berdua telah
membaca; = kamu telah membaca; dan seterusnya); dan
dhamir
munfashil
(terpisah, seperti lafazh: dan
seterusnya).
Yang
kedua dari isim ma'rifat ialah yang terkenal dengan isim 'alam,
seperti
lafazh: Ja'far (nama orang), Mekkah (nama kota) dan seperti
lafazh:
al-Haram (nama tanah haram).
Yang
ketiga dari isim ma'rifat ialah isim isyarah; seperti lafazh:
(dan
sebagainya). Yang keempat dari isim ma'rifat ialah isim
maushul,
seperti lafazh: .
Yang
kelima dari isim ma'rifat ialah yang di-ma'rifat-kan dengan huruf 78 | Na
hwu a d a l a h ummu l
‘ i lmi , i bun ya i lmu
al,
seperti lafazh: menjadi .
Yang
keenam dari isim ma'rifat ialah lafazh yang di-mudhaf-kan
kepada
salah satu diantara bagian yang telah disebutkan tadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar